#
Komisioner BP Tapera, Adi Setianto. (Dok. Sinar Harapan).

Presiden Tunjuk Adi Setianto sebagai Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat
Bersamaan dengan penunjukan jajaran pengurus BP Tapera pemerintah mengalirkan modal awal senilai Rp2,5 triliun

EmitenNews – Presiden Joko Widodo menunjuk Adi Setianto sebagai Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera itu, juga tertuang Adi didampingi empat deputi komisioner.

Dalam Keppres yang ditandatangani Rabu (13/3/2019) itu, ditetapkan empat deputi komisioner: Eko Ariantoro sebagai Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Gatut Subadio sebagai Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera. Lainnya, Ariev Baginda Siregar sebagai Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera dan Nostra Tarigan sebagai Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi.

BP Tapera lembaga yang akan menggantikan sekaligus menyempurnakan fungsi Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) yang melayani bantuan tabungan perumahan bagi abdi Negara, para Aparat Sipil Negara (ASN), atau PNS.

Adi sebelumnya malang melintang di dunia perbankan. Ia pernah menduduki jabatan direktur pada dua bank pemerintah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN

Para pendamping Adi juga sarat pengalaman. Eko pernah menjadi Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Gatut mantan direktur di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ariev  pejabat lama di Bapertarum-PNS sebagai Kepala Pelaksana Sekretariat dan Nostra Direktur Operasi di Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Sementara itu, kepada pers, di Jakarta, Kamis (14/3/20190, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan melantik jajaran pengurus BP Tapera tersebut, pekan depan.

Satu hal, bersamaan dengan penunjukan jajaran pengurus BP Tapera tersebut, pemerintah turut mengalirkan modal senilai Rp2,5 triliun untuk operasional kelembagaan. Menteri Basuki Hadimuljono menjelaskan pemerintah sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran modal awal BP Tapera dalam APBN 2018 sebesar Rp2,5 triliun.

Alokasi dana tersebut sesuai payung hukum yang telah ditetapkan Jokowi sejak 28 Desember 2018, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2018 tentang Modal Awal BP Tapera. Tetapi, anggaran modal awal lembaga itu baru bisa dicairkan setelah Presiden menyetujui nama komisioner dan direksi, yang akan memimpin lembaga tersebut. ***

 

Check Also

Kementerian BUMN: Holding BUMN Farmasi Rampung Oktober 2019

EmitenNews.com – Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, proses pembentukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *