Prihatin Teror Surabaya, SRO Pasar Modal Berseragam Putih dan Pita Hitam selama Tiga Hari

Teror Diyakini Tidak Memengaruhi Aktivitas di Pasar Modal

RS gen

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Sunday, 13th May 2018 4:49:34 PM • 1 week ago


EmitenNews– Rasa prihatin terungkap dari pasar modal Indonesia atas teror bom di Surabaya, hari ini (13/05). Pada saat yang sama, investor diminta tetap tenang dan beraktivitas secara normal karena berdasarkan pengalaman, pengaruhnya tidak signifikan ke market.

Ungkapan rasa prihatin disampaikan oleh Self Regulatory Organizations (SRO) di pasar Modal Indonesia yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Bersama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

”Kami sangat prihatin atas kejadian ini,” ucap Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, menyikapi meledaknya bom di tiga lokasi gereja di Surabaya, Jawa Timur, hari ini (13/05).

Tito juga menghimbau kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal.

Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan bahwa teror serupa tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Pada saat kejadian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat terkoreksi 77,86 poin (1,72 persen) ke level 4.459,32. Namun hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen.

Keesokan harinya bahkan berbalik arah menguat 0,24 persen. ”Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi,” terusnya.

Tito yakin bahwa pada teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata – rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata – rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun (meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan 2017) dan frekuensi harian sebesar 387 ribu (meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017).

Tito juga menghimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimistis terhadap stabilitas keamanan nasional.

”Sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya kami meminta kepada seluruh SRO dan anak Perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin (14/5) sampai dengan Rabu (16/5) untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan dan juga menghimbau Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran,” pesannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *