#
(Foto: dadag yogatama)

PT Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR) Putuskan tak Bagi Dividen ke Pemegang Saham

EmitenNews.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) putuskan untuk tidak membagikan dividen 2018 kepemegang saham.

MCOR memproyeksikan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank pada tahun 2019 mencapai 33,48 persen.

“Sebelumnya pada tahun 2018 CAR kami mencapai kisaran 15,69 persen,” ujar You Wennan, Direktur Utama MCOR di Jakarta, Selasa (14/05). Sementara itu, lanjutnya, perseroan memproyeksikan ekuitas di 2019 mencapai Rp5,45 triliun, atau lebih tinggi dibandingankan posisi di akhir 2018 yang sebesar Rp2,52 triliun.

Dijelaskan pada 2018 Perseroan mencatatkan CAR sebesar 15,69 persen, namun pada tahun ini ditargetkan bisa mencapai 33,48 persen atau berada jauh di atas rata-rata industri perbankan yang per Februari 2019 sebesar 23,4 persen.

Untuk mendorong rasio kecukupan modal (CAR) hingga mencapai 33,48 persen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) pada hari ini, Selasa (14/5) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih 2018.

Pada RUPST hari ini para pemegang saham Perseroan menyetujui penggunaan laba bersih 2018 sebagai laba ditahan sebesar Rp89,36 miliar dan sisanya senilai Rp500 juta sebagai cadangan wajib. “Penambahan modal secara berkala untuk memastikan kecukupan CAR, guna pengembangan bisnis,” ucap Wennan

Lebih lanjut Wennan menyebutkan, pada tahun ini MCOR memproyeksikan penyaluran kredit sebesar Rp12,79 triliun atau lebih besar dibandingkan dengan realisasi di 2018 yang senilai Rp11,55 triliun.

Sementara itu, kata dia, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2019 diproyeksikan sebesar Rp13,8 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan di 2018 yang senilai Rp13,07 triliun. “Maka, laba sebelum pajak di 2019 diperkirakan Rp168 miliar atau lebih tinggi dari 2018 yang sebesar Rp136 miliar,” ucap Wennan.

Wennan memproyeksikan, tingkat loan to deposit ratio (LDR) MCOR pada tahun ini akan mencapai 92,66 persen atau berada di atas ambang kewajaran yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 92 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross diperkirakan naik menjadi 2,85 persen dari posisi di akhir 2018 sebesar 2,54 persen.

Menurut Wennan, tantangan ke depan yang akan dialami MCOR ada pada kondisi ekonomi dunia yang masih berada dalam fase pemulihan, sehingga akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Selain itu, kata dia, tantangan ke depan bagi perbankan juga bersumber dari inovasi digital yang dinamis.

“Tingkat persaingan antarbank semakin ketat, walau pun demikian potensi pasar di Indonesia masih terbuka dan relatif besar. Dampak dari persaingan menyebabkan tekanan terhadap margin pendapatan,” tutur Wennan. (dadag yogatama)

Check Also

Rugi PT Prima Cakrawala Abadi (PCAR) menyusut Jadi Rp724 Juta di Kuartal I 2019

EmitenNews.com – PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) hingga akhir kuartal I 2019 alami penurunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!