PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Nilai Positif Penerbitan Beleid Ekspor Kelapa Sawit

K.Muchtar

Berita Emiten, Emiten Update Thursday, 6th December 2018 2:12:17 PM • 5 days ago


EmitenNews– Perusahaan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menilai positif soal penerbitan beleid terbaru oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang mengatur tarif pungutan ekspor Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) atas ekspor kelapa sawit, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 152/PMK.05/2018 yang berlaku sejak 4 Desember 2018 kemarin, pemerintah menolkan (US$ 0/ton) seluruh tarif pungutan ekspor apabila harga CPO internasional berada di bawah US$ 570/ton.

Corporate Communication SSMS Andre Taufan mengatakan bahwa pihaknya optimistis dengan adanya kebijakan baru ini karena dapat meningkat performa industri sawit termasuk SSMS.

“Optimisnya dari peningkatan ekspor, jika peningkatan ekspor naik otomatis akan meningkatkan penjualan dan dari penjualan tersebut dapat mempengaruhi laba dan potongan pajak,” Katanya di Jakarta Kamis (6/12).

Sementara itu, jika harga berada di kisaran US$ 570 – US$ 619/ton, maka pungutan ekspor CPO menjadi US$ 25/ton.

Adapun bila harga internasional sudah kembali normal di atas US$ 619/ton, pungutan ekspor CPO kembali ditetapkan US$ 50/ton.

Andre melanjutkan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan rencana SSMS untuk meningkatkan produksi CPO ke depan.

“Tahun depan, pembangunan tiga pabrik kelapa sawit kami akan rampung, maka akan meningkatkan kapasitas hasil produksi. Jadi kebijakan tersebut tentu akan mempengaruhi penjualan kami,” tambahnya.

Terkait target ekspor CPO sepanjang tahun ini dan di 2019 pihak SSMS masih belum memberikan data. “Mengenai data ekspor masih belum dirampungkan dari bagian terkait, jadi saya belum bisa memberikan informasinya,” imbuhnya.

SSMS saat ini memiliki enam Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per jam dan satu Kernel Crushing Plant (KCP) yang memiliki kapasitas produksi mencapai 2.250.000 ton per jam.

Sementara tiga pabrik baru yang bakal beroperasi di 2019 nantinya seluruhnya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 180 ton per jam.

“Selama tahun 2018 ini, pihaknya menargetkan produksi CPO sebesar 400.000 ton atau naik 34% dari 294.613 ton pada akhir 2017 lalu”, imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *