#
Puluhan pemegang polis Jiwasraya dari warga Korea Selatan mengadu kepada Komisi VI DPR RI terkait tunggakan klaim produk asuransi tabungan rencana (saving plan). Sampai hari ini klaim belum dibayarkan meski sudah jatuh tempo Oktober 2018. (Dok. Asuransi Jiwasraya).

Puluhan Warga Korsel, Pemegang Polisi Asuransi Jiwasraya Mengadu ke DPR
Sudah jatuh tempo Oktober 2018 PT Asuransi Jiwasraya (Persero) belum juga melunasi kewajibannya, termasuk kepada puluhan warga Korea Selatan

EmitenNews.com – Desakan agar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melunasi kewajibannya juga datang dari warga Korea Selatan. Puluhan pemegang polis Jiwasraya dari Negeri Ginseng itu, mengadu kepada Komisi VI DPR RI terkait tunggakan klaim produk asuransi tabungan rencana (saving plan). Sampai hari ini klaim belum dibayarkan meski sudah jatuh tempo Oktober 2018.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korea Selatan Lee Kang Hyun, mewakili 50 warga yang mengadu, menceritakan dirinya membeli produk saving plan melalui KEB Hana Bank. Jiwasraya bekerja sama dengan bank tersebut dalam menjual produk yang disebut dengan bancassurance.

“Manajemen KEB Hana Bank memasarkan produk saving plan seolah-olah seperti deposito demi menarik nasabah. Jadi KEB Hana Bank menjual kepada nasabah yang orang Korea seperti deposito. Orang Korea jadinya mengikuti program KEB Hana,” katanya Hyun kepada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Hyun menyatakan KEB Hana Bank cukup terkenal di Korea Selatan. Karena itu, banyak yang membeli produk investasi tersebut. Vice President PT Samsung Electronics Indonesia itu menyebutkan, 470-an warga Korea Selatan lainnya yang menetap di Indonesia juga membeli produk saving plan melalui KEB Hana Bank. Semuanya bernasib sama; klaimnya belum juga cair sampai hari ini.

Sebelumnya, sudah ada masalah berkaitan dengan bunga yang diturunkan, dari 9 persen menjadi 8 persen, lalu 7 persen. Warga Korsel mengaku tetap mengikuti perubahan tersebut. Mereka tak bercuriga. Tetap berpikiran positif, sampai akhirnya klaim bermasalah sejak setahun lalu.

Untuk memperjuangkan haknya, Hyun mengatakan, mereka sudah kerap menanyakan ke manajemen Jiwasraya, tetapi yang diperoleh hanya janji-janji. Mereka juga sudah mendatangi Menteri Badan Usaha Milik Negara (ketika itu) Rini Soemarno. Hyun bilang, Rini menjanjikan bakal diselesaikan dalam satu sampai dua bulan. Tetapi, Diretur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo (ketika itu), malah bilang bisa sampai dua tahun atau tiga tahun.

Upaya mereka berlanjut dengan mengunjungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dinilai tak memberikan tanggapan positif. Hyun dan kawan-kawan sangat berharap Menteri BUMN Erick Thohir menyelesaikan persoalan Jiwasraya. Pemerintah sudah berjanji akan menyelesaikan masalah itu, dan itulah yang sudah ditunggu para nasabah, termasuk puluhan warga Korsel itu.

Selain melalui KEB Hana Bank, Jiwasraya juga menjual produk saving plan lewat bank mitra lainnya. Yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank QNB Indonesia, PT Standard Chartered Bank Indonesia, PT Bank Viktoria International Tbk., dan PT Hana Bank Indonesia.

Para nasabah kecewa, karena Oktober 2018, perseroan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo Rp802 miliar. Terjadi tekanan likuiditas, yang membuat perseroan kesulitan membayar kewajibannya. Kini, sejauh ini pemerintah masih mencari solusi tepat untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar Jiwasraya.

Menteri BUMN, Erick Thohir, sepakat pada usulan Kejaksaan Agung ikut menyelesaikan permasalahan di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Menurutnya, permasalahan di Jiwasraya harus diselesaikan secara komprehensif. Kepada pers, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019), ia menilai statement DPR bagus. Bahwa investasi yang bodong atau yang menuai kasus hukum diharapkan kejaksaan agung membantu BUMN. ***

 

Check Also

Sejumlah Pengusaha Muda Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes
Pemilik Grup Djarum, Hartono bersaudara kembali tercatat sebagai orang terkaya Indonesia (pada 2019) versi majalah Forbes, untuk ke-11 kalinya

EmitenNews.com – Pemilik Grup Djarum, Hartono bersaudara kembali tercatat sebagai orang terkaya Indonesia (pada 2019) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: