Perluasan program biodiesel 20 persen (B20) belum memenuhi target 100 persen. Hingga Februari 2019 ini, baru mencapai 92 persen. (Dok.Mata Mata Politik).

Realisasi Program Biodiesel 20 Persen Belum Memenuhi Target
Asosiasi Produsen Biodiesel optimistis realisasi 100% pelaksanaan B20 bisa dilakukan karena hambatan bisa diatasi

EmitenNews – Perluasan program biodiesel 20 persen (B20) belum memenuhi target 100 persen. Hingga Februari 2019 ini, baru mencapai 92 persen. Tidak mencapai target dikarenakan masih ada 29 titik pencampuran bahan baku B20. Padahal, pemerintah telah memutuskan untuk pencampuran bahan baku dipangkas menjadi 25 dari 112 titik.

Kepada pers, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/2/2019), Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Rida Mulyana mencatat, 92 persen itu per 7 Februari. Ternyata titik pencampuran di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan di Tuban, Jawa Timur, belum selesai.

“Ada rekonfigurasi dari 25 menjadi 29 lagi, selain itu ada laporan dari perhubungan laut soal larangan berlayar akibat cuaca buruk, sehingga sedikit banyak agak menghambat,” katanya.

Meski begitu Ketua Harian Asosiasi Produsen Biodiesel (Aprobi) Paulus Tjakrawan optimistis realisasi 100% pelaksanaan B20 bisa dilakukan. Pasalnya, kondisi cuaca akan mendukung pengiriman ke titik pencampuran bahan baku. Ia berharap bulan ini juga sudah 100%, ketika tak ada hambatan lagi.

Sementara itu, pemerintah terus mendorong konsumsi bahan bakar solar campuran minyak kelapa sawit 20% atau biodiesel 20% (B20). Hal itu dilakukan demi menekan impor solar. Pemerintah menargetkan realisasi konsumsi B20 mendekati 100% di Februari.

Salah satu upaya pemerintah agar realisasi tersebut mendekati 100% dengan menyiapkan dua floating storage atau tempat penampungan untuk Fatty Acid Methyl Esters (FAME). FAME merupakan bahan dasar dari B20. Floating storage tersebut disiapkan di Balikpapan dan Tuban. ***

 

 

Check Also

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!
WhatsApp chat