#
CEO Group GCG Asia Dato Sri Darren Yaw PhD berbicara didampingi kuasa hukum Emil Salim serta jajaran manajemen lainnya, memberikan keterangan kepada para nasabah GCG Asia di Indonesia terkait berita Hoaks industri Forex atau tudingan miring yang dialamatkan kepada GCG Asia/GCG Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/4). Berbagai tudingan miring yang dialamatkan kepada GCG Asia/GCG Indonesia, sebuah prusahaan yang bergerak dalam Perhimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, semua dibantah. Emil Salim, selaku kuasa hukum GCG Indonesia, menyatakan bahwa perusahaannya klienya resmi tidak tersangkut masalah hukum apapun. (Foto Emitennews/ Elvis Sendouw)

Resmi Hadir, GCG Asia Pastikan Aspek Legalitas
Upaya Hukum Dilakukan untuk Meluruskan Anggapan dari Regulator

EmitenNews – Guardian Capital AG (GCG) Asia mengumumkan ekspansinya di Indonesia. Penyelesaian izin dan segala aspek legal jadi prioritas utama.

CEO and Chairman GCG Asia, Dato Sri DR Darren Yaw, mengatakan kehadirannya di Indonesia ditandai dengan peluncuran perdana platform perdagangan forex (foreign exchange trading menegement platform). Dihadiri sebanyak 40 orang manajemen inti GCG Asia dari berbagai negara.

Darren yang juga founder GCG Asia mengatakan dalam kurun 4 bulan terakhir terjadi pertumbuhan atraktif dengan mengakuisisi sebanyak 200 ribu investor di kawasan regional. “Terjadi pertumbuhan yang masif dan kami yakin akan terus berkembang ke depan,” kata Darren saat press conference di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (29/04).

Grand launching dilakukan juga pada Selasa (30/04) dengan menghadirkan perwakilan nasabah dari seluruh Indonesia. Sekaligus pada acara tersebut mengumumkan beberapa langkah strategis untuk memenuhi aspek legalitas.

Didirikan di Malaysia, GCG Asia menurut Darren melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam rencana ekspansi. Indonesia menurutnya merupakan market aktif bersama Malaysia, China, Filipina, Thailand, Taiwan, Hong Kong, dan Jepang.

“Kami di sini sekaligus untuk meluruskan anggapan yang salah tentang GCG Asia,” tegasnya.

Darren mengungkapkan GCG Asia patuh pada regulasi dan memiliki bekal sertifikasi internasional.

Terdaftar di bawah supervisi Switzerland’s FINMA and AFSL (Australia Financial Service License). “Kami di sini siap menjawab segala pertanyaan dari anda semua. Kami komitmen untuk mengikuti segala aturan dari regulator,” ucapnya.

Meski didukung platform yang menurutnya mumpuni untuk memberikan imbal hasil (return) maksimal kepada investor, Darren menyebut, keuntungan finansial bukan satu-satunya fokus GCG Asia.

“Dalam waktu dekat kita akan buka akademi untuk para milenial. Cocok untuk di Indonesia. Pendapat saya tentang investor milenial: bagaiamana kontrol emosi dan mengenali risiko,” tuturnya.

Darren melanjutkan, GCG Asia juga investasi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) dan Research & Development (RnD) untuk pengembangan platform. “Jadi edukasi penting,” imbuhnya.

Maka Darren menyebut terdapat banyak agenda dan kegiatan GCG Asia di Indonesia.

Chief Technical Officer (CTO) GCG Asia, Ray Ong, mengatakan secara umum pasar forex sangat besar. “Secara global transaksi harian mencapai USD5,7 triliun. 50 kali lebih besar dari nilai transaksi pasar saham di Amerika Serikat,” terangnya.

Ray memastikan GCG Asia menerapkan praktik tata kelola usaha yang baik (Good Corporate Governance/GCG). “Segala praktik bisnis yang kami jalankan adalah legal,” ucapnya.(*)

Check Also

Rugi Tujuh Tahun Beruntun Bentoel (RMBA) Diduga Terkait Upaya BAT Kemplang Pajak

EmitenNews– Merugi tujuh tahun beruntun diderita PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) merembet ke perkara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!