Revisi Peraturan BEI: Tidak Lagi Atur Batas Minimal Nilai Nominal Saham sampai Pangkas Jumlah Dokumen IPO

RS gen

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Thursday, 20th September 2018 6:01:50 PM • 1 month ago


EmitenNews– Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak lagi mengatur batasan nilai nominal saham minimal Rp100. Itu salah satu poin perubahan (revisi) Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

BEI mengumumkan tiga poin besar atas revisi aturan dimaksud. Poin pertama tentang Mengakomodasi Kebutuhan Pasar terdiri atas:

  • Bursa memberikan alternatif syarat NTA (Net Tangible Asset) minimal Rp5 miliar di Papan Pengembangan, berupa: Laba Usaha (tahun buku terakhir) minimal Rp1 miliar & Market Cap minimal Rp100 miliar; atau Pendapatan Usaha (tahun buku terakhir) minimal Rp40 miliar & Market Cap minimal Rp200 miliar.
  • Bursa tidak lagi mengatur batasan nilai nominal saham minimal Rp100, namun mengatur harga saham perdana minimal Rp100.
  • Kemudahan bagi pemenuhan syarat Direktur Independen, di mana Direktur Independen boleh rangkap jabatan di perusahaan lain yang merupakan anak perusahaan yang terkonsolidasi dengan Perusahaan Tercatat.
  • Mencabut ketentuan lock-up saham hasil penambahan modal tanpa HMETD.

 

Poin besar kedua tentang penyederhanaan proses dan dokumen untuk efisiensi industri Pasar Modal, terdiri atas:

  • Melakukan penyederhanaan dokumen dari 40 dokumen menjadi 15 dokumen dengan menghapus permintaan beberapa dokumen dan menggantinya dengan Prospektus.
  • Permohonan Pencatatan Efek ke BEI disampaikan bersamaan dengan penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke OJK, sehingga diharapkan dapat mempersingkat waktu proses Pencatatan dan Penawaran Umum.
  • Bursa akan menghapus kewajiban penyampaian permohonan dalam bentuk hardcopy dan hanya mewajibkan penyampaian dokumen softcopy, dalam rangka integrasi proses permohonan dengan OJK melalui Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) OJK.

Poin ketiga tentang meningkatkan perlindungan bagi investor. Bursa berencana untuk mempublikasikan Notasi Khusus sehingga investor dapat dengan mudah melihat beberapa informasi yang signifikan terkait Perusahaan Tercatat sebelum mengambil keputusan investasi.

”BEI mengharapkan perubahan Peraturan Nomor I-A ini dapat memerluas akses pendanaan dari Pasar Modal, serta memberikan kejelasan bagi pelaku pasar dan tetap memperhatikan perlindungan investor serta menyelaraskan dengan peraturan-peraturan terbaru yang berlaku di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Perusahaan Tercatat dan Perusahaan Publik,” pengumuman resmi BEI atas nama PIC Divisi Komunikasi Perusahaan, Hani Ahadiyani, hari ini (20/09).

Sebagai bentuk dukungan untuk Perusahaan Rintisan (Start-up) dapat mencatatkan sahamnya di Bursa, saat ini Bursa sedang melakukan pengembangan Papan Akselerasi, sehingga nantinya akan terdapat tiga papan Pencatatan di Bursa, yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.

”Ketiga papan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak Perusahaan untuk melakukan penghimpunan dana di Pasar Modal, dan mencatatkan sahamnya di Bursa sehingga dapat menambah pilihan investasi bagi investor Pasar Modal,” terusnya.

Revisi Peraturan I-A tersebut dilakukan sebagai bagian dari usaha BEI untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI.

Selain itu juga memerhatikan masukan dari pelaku pasar. BEI mengakomodir hal tersebut dengan melakukan penyusunan konsep perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Selain untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat dan memahami masukan dari pelaku pasar, terdapat lima hal yang melatarbelakangi konsep perubahan Peraturan Nomor I-A.

Pertama adalah untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku pasar akan pendanaan dari pasar modal, dengan memberikan alternatif syarat Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham,

Kedua, sebagai penyesuaian prosedur Pencatatan Saham dengan Peraturan OJK Nomor 7/POJK.03/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk.

Ketiga, melakukan penyederhanaan dokumen dari 40 dokumen menjadi 15 dokumen.

Keempat, untuk menghapus permintaan dokumen hardcopy sesuai dengan rencana integrasi proses permohonan Pencatatan dan Penawaran Umum melalui  Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi  (SPRINT) OJK.

Kelima adalah untuk mengakomodasi pemberian notasi khusus pada kode perusahaan tercatat untuk meningkatkan perlindungan kepada investor.

”BEI menegaskan secara garis besar, arah perubahan konsep Peraturan Nomor I-A ini untuk dapat memermudah Perusahaan dapat mencatatkan sahamnya di Bursa,” tegasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *