RI Terbitkan Lagi Sukuk Global USD750 Juta

K.Muchtar

Ekonomi Update, Headline, Makro & Moneter Thursday, 14th February 2019 9:54:34 AM • 4 days ago


EmitenNews – Pemerintah Republik Indonesia kembali ke pasar sukuk global melalui penerbitan US$750 juta tenor 5,5 tahun dan USD1,25 miliar tenor 10 tahun, dengan format Reg S / 144A Trust Certificates yang akan jatuh tempo pada 20 Agustus 2024 dan 20 Februari 2029 (selanjutnya disebut sebagai .Sukuk Wakalah.).

Sukuk Wakalah ini diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (selanjutnya disebut sebagai .PPSI-III.), sebuah badan hukum Republik yang bertujuan khusus untuk menerbitkan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional.

Sukuk Wakalah ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2019. Sukuk Wakalah ini ditetapkan harganya pada tanggal 12 Februari 2019, dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,900% untuk tenor 5,5 tahun dan 4,450% untuk tenor 10 tahun.

Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody.s Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings. Transaksi ini berhasil dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas yang tinggi di pasar modal global, dan berhasil menerbitkan Sukuk global dengan kelebihan permintaan sebanyak 3,8 kali.

Sukuk Wakalah dengan tenor 5,5 tahun merupakan penerbitan Green Sukuk kedua yang menunjukkan komitmen, leadership serta kontribusi Republik di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim. Indonesia sebagai Penerbit Sovereign Green Sukuk global pertama, membuktikan komitmennya terhadap Perjanjian Iklim Paris Tahun 2016, telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dalam beragam proyek pelestarian lingkungan, serta berhasil menarik investor asing yang beralih ke praktik korporasi berkelanjutan khususnya menuju pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah.

Transaksi ini didukung oleh orderbook global dengan kualitas yang baik, yang menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar Sukuk, serta menunjukkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan ini. Penetapan harga (pricing) Sukuk Wakalah Republik adalah pada 25 sampai dengan 30 bps lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri. Transaksi ini sejalan dengan tujuan Republik untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Struktur akad Sukuk ini adalah Wakalah, dengan underlying asset: (i) Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan (51%) dan (ii) proyek-proyek APBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun (49%).

Deutsche Bank AG, Dubai Islamic Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, PT Mandiri Sekuritas dan HSBC (juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor) bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner. Sementara PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *