#
Foto: ist

Rugi Tujuh Tahun Beruntun Bentoel (RMBA) Diduga Terkait Upaya BAT Kemplang Pajak

EmitenNews– Merugi tujuh tahun beruntun diderita PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) merembet ke perkara pajak. Perusahaan yang dikendalikan salah satu perusahaan raksasa tembakau dunia, British American Tobacco (BAT) itu diduga melakukan penghindaran kewajiban kepada Negara.

Dugaan dimaksud merupakan hasil penelusuran Tax Justice Network (TJN), lembaga independen berskala internasional dari Inggris yang fokus melakukan penelitian dan kajian terkait kebijakan serta pelaksanaan perpajakan.

Dalam penelusurannya, TJN menemukan dua skenario yang diduga digunakan BAT untuk mengalihkan pendapatannya keluar dari Indonesia agar terhindar dari kewajiban membayar pajak.

Pertama, Bentoel melakukan pinjaman intra-perusahaan dari 2013-2015. Pada kurun waktu tersebut, Bentoel mengambil pinjaman dari perusahaan terafiliasi di Belanda, Rothmans Far East BV. Fasilitas pinjaman yang diberikan sebesar Rp 5,3 triliun pada Agustus 2013 dan Rp 6,7 triliun pada 2015.

Berdasarkan pada rekening Rothmans, dana pinjaman ke Bentoel berasal dari perusahaan grup BAT lainnya, Pathway 4 Limited yang berpusat di Inggris. RMBA pun harus membayar pinjaman Rp 2,25 triliun.

Bunga itu akan dikurangkan dari penghasilan kena pajak di Indonesia. RMBA memilih perusahaan di Belanda karena ada celah dalam regulasinya. Indonesia dan Belanda memiliki perjanjian pajak yang membebaskan pajak terkait pembayaran bunga utang.

Dari strategi itu saja, Indonesia kehilangan pendapatan USD 11 juta per tahun.

Strategi kedua, RMBA membayarkan royalti, ongkos, dan biaya IT dengan kisaran USD 19,7 juta per tahun. Adapun rincian pembayaran royalti ke BAT Holding Ltd untuk penggunaan merek Dunhill dan Lucky Strike sebesar USD10,1 juta.

Untuk ongkos teknis dan konsultan, Bentoel membayar USD5,3 juta kepada BAT Investment Ltd. Sedangkan untuk biaya IT, Perseroan mengeluarkan uang sebesar USD4,3 juta kepada IT British American Share Services Limited.

Hasilnya, RMBA menderita rugi bersih dari 2015 sampai 2018 kendati terus menorehkan peningkatan penjualan dan pendapatan usaha. Yang terbaru, berdasarkan laporan keuangan tahunan 2018, kerugian perusahaan berlogo biru itu mencapai Rp608,46 miliar meski penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp 21,9 triliun.

Kerugian pada 2018 itu meningkat dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya yakni Rp 480,06 miliar.

Kerugian dimaksud merupakan lanjutan dari rugi bersih selama tujuh tahun beruntun diderita RMBA.

”Pemerintah mestinya melihat keanehan karena rugi terus, sehingga nggak bisa dapat PPh 25. Karena rugi terus, negara juga jadi rugi,” ucap Anggota Dewan Penasihat Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Andriono Bing Pratikno.

Menaruh curiga terhadap setiap perusahaan yang kondisinya anomali dengan industri memang wajar terjadi. Sebab produsen lain di industri sejenis meraih keuntungan sekalipun dalam kondisi pertumbuhan pendapatan melambat.

Selain itu, kata Andriono, beban bunga ditanggung perusahaan yang merugi seperti RMBA terlalu tinggi. Hal tersebut juga semestinya menjadi perhatian regulator.

”Kalau utangnya besar sementara perusahaan rugi terus, utangnya itu untuk apa? Mestinya petugas pajak juga mengecek dan curiga atas kondisi Bentoel sekarang,” terusnya.

Selain di Indonesia, menurut laporan TJN, BAT juga diduga melakukan penghindaran pajak di Bangladesh, Brazil, Kenya, Guyana, serta Trinidad dan Tobago. JTN memerkirakan negara-negara tersebut akan kehilangan pendapatan pajak hampir USD700 miliar hingga 2030.

“Perusahaan-perusahaan rokok membuat kegaduhan dalam membayar pajak. Tapi, British American Tobacco membawa keluar hampir USD1 miliar dari negara-negara berkembang  setiap tahun menuju satu kantor di Inggris,” kata Chief Executive TJN, Alex Cobham, pada laman resmi lembaganya.

Check Also

Pedagang Dominiasi KUR Bank Mandiri (BMRI) Senilai Rp 5,17 Triliun

EmitenNews.com – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat, pada semester pertama 2019, perseroan telah menyalurkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *