#

Saham AISA Anjlok 24,89% di Sesi Pertama

EmitenNews – Perdagangan saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk langsung anjlok pada sesi pembukaan.  Emiten berkode saham AISA mengalami auto rejection kebawah, melemah sekitar 24,89% ke level 905. Sebelumnya pada perdagangan Jumat, saham AISA anjlok 400 poin sebesar 24,9% ke posisi 1.205 per saham.

Pasar merespons kasus yang menimpa anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yakni PT Indo Beras Unggul. PT IBU terbukti melakukan kecurangan bisnis dengan menjual beras subsidi jenis IR64 seharga beras premium. Potensi kerugian negara dari tindakan manipulatif ini ditaksir hingga angka ratusan triliun rupiah. Disinyalir harga asli beras subsidi adalah Rp9.000,00 per kilogram. Namun, dikemas dan diberi nama beras premium sehingga harganya menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Sekadar informasi, Satgas Pangan Mabes Polri menyegel PT Indo Beras Unggul di Bekasi. Pasalnya Perseroan terbukti melakukan permainan pada produk beras  ‘Maknyoos’ dan ‘Ayam Jago’ dengan menggunakan beras dari jenis varietas padi IR64 yang merupakan tanaman subsidi pemerintah atau menghasilkan beras medium. Selanjutnya, dijual dengan harga beras premium.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang datang bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan dari kasus ini Negara berpotensi mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah.

Sementara itu Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membantah asal beras kemasan keluaran anak usahanya PT IBU merupakan oplosan dengan beras bersubsidi. Beras kemasan yang dijualnya berasal dari pembelian gabah petani dan beras mitra penggilingan.

Direktur AISA, Jo Tjong Seng menyatakan anak usahanya tidak mengemas kembali beras subsidi program beras sejahtera (rastra) Bulog atau bantuan bencana.

“PT Ibu mengeluarkan beras kemasan untuk konsumen menengah sesuai dengan deskripsi mutu Standard Nasional Indonesia (SNI),” jelas dia dalam keterangan resmi perseroan, Jumat(21/7/2017).

Tjong menjelaskan PT IBU mengemas beras dan diberi label berdasarkan ISO 22000 tentang food safety dan GMP.

“Kami mengikuti ketentuan pelabelan yang berlaku dan menggunakan laboratorium serta mencantumkan kode produksi sebagai informasi umur stok hasil produksi,” jelas dia.

Hingga penutupan sesi pertama saham AISA berada di harga 1145 anjlok 60 poin atau sekitar 4,98%.

 

Check Also

Masih ada Waktu bagi Pelaku UMKM Terdampak Covid-19 untuk Peroleh BLT Rp2,4 Juta
Bagi pelaku UMKM yang berminat, dipersilakan mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UMKM daerah sesuai domisili. Di beberapa wilayah, ada juga yang membuka pendaftaran online

EmitenNews.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bergembiralah. Pemerintah memperpanjang program Bantuan Langsung …

%d bloggers like this: