#
Sebanyak 4.800 Peserta Mengikuti Capital Market Professional Development Program (CMPDP) 2017 yang dilaksanakan serentak di 26 Propinsi di Indonesia. CMPDP 2017 bertujuan menjaring Profesional di Pasar Modal

Sebanyak 4.800 Peserta CMPDP 2017 Berebut Kursi Profesional di Pasar Modal


Emitennews.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) 2017.

Even yang diselenggarakan serentak di 26 propinsi di Indonesia selama dua hari, 3 dan 4 Juni 2017) diikuti sebanyak 4.800 peserta. CMPDP ini bertujuan menjaring profesional di pasar modal. Adapun proses seleksi dan perekrutan  dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI)

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Bursa Efek Indonesia (BEI) Chaeruddin Berlian menegaskan jumlah peserta CMPDP Tahun ini lebih tinggi dibanding pelaksanaan sebelumnya yakni 4.800 pesert a, Namun dari jumlah tersebut yang akan diserap sebanyak 50 orang.  

“sekitar 4.800 peserta seleksi tahap awal, akan disaring menjadi 3.300 peserta yang kemudian akan mengikuti ujian tertulis. Dari ribuan CMPDP tahun ini hanya ditargetkan 40 hingga 50 peserta yang lolos dibabak akhir dan akan menjadi penerus dalam memajukan pasar modal Indonesia,” ujar Chaeruddin Berlian di Jakarta, Sabtu (3/6)

Pasar modal merupakan salah satu indikator perkembangan ekonomi suatu negara. Untuk itu, regulator pasar modal Indonesia menggencarkan upaya sosialisasi dan edukasi di sektor ini lewat Capital Market Professional Development Program.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016, jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori well literate atau melek pengetahuan keuangan baru mencapai 29,66%. Namin pengetahuan terhadap pasar modal dan tingkat utilitas masih jauh tertinggal dibandingkan lima industri jasa keuangan lainnya, yakni sekitar 4,4%.

Padahal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal terbaik di kawasan ASEAN pada 2020. Tetapi, tingkat literasi yang minim turut menunjukkan rendahnya jumlah tenaga profesional di industri ini.

Direktur Utama The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) Mety Yusantiati mengatakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) menjadi salah satu cara untuk meningkatkan tingkat literasi dan tenaga profesional untuk pasar modal Indonesia. Program tersebut merupakan hasil kerja sama BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Adapun TICMI mengurus proses seleksi, rekrutmen, dan pengembangan CMPDP. “Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional, diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, mimpi pasar modal Indonesia untuk menjadi yang paling besar di kawasan Asia Tenggara maupun Asia dapat terwujud di masa depan,” ujar dia dalam pernyataan resmi yang diterima Emitennews, Sabtu (3/6).

Proses seleksi dan rekrutment dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI). Program CMPDP pertama kali diluncurkan dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2015 pada 9 November 2015 lalu.

Program CMPDP tahun 2016 sukses menarik antusiasme para calon profesional pasar modal terbukti dengan diikutinya seleksi awal oleh lebih dari 4.200 calon peserta dari seluruh Indonesia dan bahkan dari luar negeri. Pada tahun 2017 ini, jumlah pelamar CMPDP sekitar 4.800 calon peserta.

Setelah melalui proses seleksi administrasi, seleksi tertulis CMPDP akan dilaksanakan serentak di 27 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Batam, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura dan Manado.

Calon kandidat akan mengikuti proses test tertulis pada tanggal 3 – 4 Juni 2017 dan bagi peserta yang lulus tes tertulis tersebut akan mengikuti serangkaian tes lainnya sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 12 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training.

Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan untuk bekerja di Self Regulatory Organization (SRO) atau afiliasinya. Dengan dibukanya CMPDP diharapkan dapat meningkatkan minat dan mengembangkan karir profesional di industri pasar modal Indonesia khususnya di SRO.

CMPDP telah disosialisasikan melalui berbagai media publikasi dan bekerjasama dengan sejumlah Universitas di Indonesia. Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional di pasar modal, diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang.

 

Check Also

Pemerintah Indonesia juga Kecam Pernyataan Presiden Prancis yang Hina Agama Islam
Di Tanah Air cukup banyak produk Prancis yang telah lama akrab dan digunakan masyarakat. Mulai dari produk kecantikan, kosmetika, perawatan kulit, fashion, sampai migas

EmitenNews.com – Pemerintah Indonesia juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina agama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: