#

Selesaikan kewajiban Kreditur Individu, Hanson International (MYRX) Tawarkan Opsi Konversi Utang Jadi Saham

EmitenNews.com – PT Hanson International Tbk (MYRX) menyatakan berencana memilih penyelesaian kewajiban kepada para Kreditur Individu / Pemilik Short Term Borrowing (STB) melalui Konversi Hutang menjadi Saham (Debt to Equity Swap).

Hal itu dilakukan, karena utang kepada Kreditur Individu / Pemilik Short Term Borrowing (STB) yang semula tawarkan melalui opsi asset settlement tidak langsung dapat diterima dan dinikmati oleh para Kreditur dikarenakan proses serah terima opsi tersebut akan memakan waktu minimum 2 (dua) tahun.

Baca juga :Tak Mampu Bayar Pinjaman Individu, PT Hanson International Tbk (MYRX) Tawarkan Ini

 

Rony Agung Suseno Corporate secretary PT Hanson International Tbk (MYRX) dalam suratnya yang disampaikan ke BEI Kamis (20/2) menjelaskan, bahwa demi itikad baik Perseroan untuk segera menyelesaikan kewajiban kepada para Kreditur, maka kami melakukan diskusi dan meminta saran dari berbagai pihak termasuk pihak otoritas sehingga dan diskusi tersebut kami mendapatkan opsi kedua. yaitu penyelesaian kewajiban melalui Konversi Hutang menjadi Saham (Debt to Equity Swap).

Rony menjelaskan, Opsi tersebut dimana menurut pandangan Perseroan hal tersebut adalah rekomendasi opsi yang lebih baik, lebih cepat dan lebih efisien dikarenakan penyelesaian dengan cara tersebut lebih liquid dan langsung dapat ditunaikan serta dinikmati oleh Kreditur.

“Hal ini sesuai dengan Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa 010/HI-MYPD/I-2020, tanggal 22 Januari 2020;” katanya.

Dijelaskan Rony, ketentuan Konversi Hutang menjadi Saham (Debt m Equith Swap) tersebut dapat dilakukan dengan ketentuan diantaranya proses Penambahan Modal Non HMETD ini sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (“0.1K”) dimungkinkan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 14/P0JK.04 2019 tentang perubahan atas POJK No. 32 POJK.O4 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Terkait dengan opsi Konversi Hutang menjadi Saham (Debt to Equity Swap) ini menurut Perseroan adalah bentuk opsi yang paling adil untuk Kreditur dikarenakan harga saham Perseroan berada di titik terendah yang tidak akan mungkin turun lagi, yaitu Rp. 50, per saham.

selain itu bilamana opsi Konversi Hutang menjadi Saham (Debt to Equity Swap) ini menjadi opsi Kreditur, maka posisi keuangan akan menjadi lebih baik juga sehingga harga saham dapat naik dan Capital gain bisa didapatkan oleh pemegang saham baru tersebut, tutup nya.

Check Also

Pendapatan Melonjak, Siloam Hospital (SILO) Malah Rugi Rp338 Miliar Di 2019

EmitenNews.com- Kinerja perusahaan pengelola rumah sakit PT Siloam Internasional Hospital Tbk (SILO) pada tahun 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: