#
Main Hall BEI, Jakarta. Foto : EN

Sentimen Geopolitik Terhadap Pasar Biasanya Temporer

Emitennews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pertama terjerat di zona merah pada sesi pertama perdagangan saham hari ini (10/05). Sempat naik tipis pada sesi pembukaan namun akhirnya dominan di area negatif dan akhirnya sementara ini ditutup turun 18,212 poin (0,32 persen) ke level 5.678,844.

Indeks kumpulan 45 saham paling likuid dalam indeks LQ45 juga ditutup turun 3,687 poin (0,39 persen) ke level 943,144 pada sesi pertama. Nilai tukar Rupiah terlihat ada di posisi 13.350 per dolar Amerika Serikat (USD). Kemarin nilai tukar Rupiah ditutup di level 13.317 per USD (kurs tengah BI).

Dari total 10 sektor saham di dalam IHSG, hanya ada dua yang berhasil menguat pada sesi pertama ini. Indeks saham sektor infrastruktur yang naik 0,38 persen dan indeks saham sektor finance menguat 0,14 persen. Selebihnya negatif. Penurunan paling dalam dicatatkan indeks saham sektor pertambangan sebesar 1,37 persen.

Banyak pandangan tekanan terhadap IHSG baru-baru ini seiring perkembangan geopolitik global dan termasuk di dalam negeri. Di dalam negeri sedang hangat terkait putusan pengadilan atas Gubernur DKI, Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok) dan pembubaran ormas HTI.

”Market memang begitu, banyak hal memengaruhi indeks (IHSG) baik dari domestik maupun global,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, di gedung BEI, hari ini (10/05).

Terlebih saat ini, menurutnya, dari faktor global sedan banyak pergerakan. Tapi pengaruh terhadap situasi dalam negeri terutama kepada IHSG bisa diminimalisir jika situasi dalam negeri kondusif.

”Yang penting bagi kita di domestik kita jaga confidence (keyakinan pelaku pasar), market tidak terganggu. Itu yang penting. Kalaupun global ada gejolak tapi kalau market confidence terjaga, (pengaruh global) itu sifatnya temporary (sementara),” Nurhaida meyakinkan.

Dari dalam negeri, isu politik juga diyakini tidak terlalu signifikan dampaknya. Walaupun tergantung kepada kejadian seperti apa. ”Biasanya tergantung apakah isu mendadak baru diketahui atau (sudah) terdisclose kepada market, secara gradual beda. Biasanya sudah di-price in (pasar sudah menyesuaikan),” terusnya.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Rio Adrianus, menyebut pasca putusan sidang Ahok memang sempat terjadi panic selling di pasar modal Indonesia. ”Sehingga yield obligasi benchmark mengalami kenaikan kemarin (09/05),” ungkapnya dalam riset dipublikasi hari ini (10/05).

Padahal sebenarnya ada berita positif berupa kenaikan angka Consumer Confidence Indonesia bulan April 2017.

Dari global, sentimen berasal dari beberapa negara antara lain Korea Selatan yang mengumumkan terpilihnya Moon Jae-In sebagai presiden baru negara ginseng itu. Moon berencana untuk menghadapi ancaman Korea Utara dengan cara halus dan memecah kekuasaan Chaebol. ”Investor menanggapi postif kemenangan Moon dan membawa penguatan indeks Kospi,” ucap Rio.

Dari Tiongkok, inflasi bulan April 2017 naik ke 1,2 persen year on year (YoY) atau melebihi ekspektasi konsensus. Namun menurutnya masih tetap di level rendah dibandingkan awal tahun.

Check Also

Pendapatan Turun, Laba Diamond Food Indonesia (DMND) Susut 36,9 Persen di Kuartal III-2020

EmitenNews.com – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) mencatat total pendapatan sebesar Rp4,44 triliun di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: