#
Praktisi public relation Yosman Mansyur (berdiri), dan pembicara Sandra Olivia dengan moderator Radita Gora (tengah), pada seminar bertema Personal Branding Dalam Platform Digital, di kampus USNI Jakarta, Kamis (11/7/2019). (Dok. EmitenNews.com).

Sosial Media dapat Membuat Seseorang jadi Apapun, Juga Bisa Bikin Menderita
Beberapa hal yang harus dihindari dari penggunaan sosmed, menyebarkan hoax, bullying, tindak kejahatan dan hal lainnya yang tidak cerdas

EmitenNews.com – Sosial media dapat membuat seseorang menjadi apapun tetapi  juga bisa bikin menderita. Karena itu, bijaklah dalam menggunakan sosial media. Beberapa hal yang harus dihindari dari penggunaan sosial media, yaitu menyebarkan hoax, bullying, tindak kejahatan dan hal lainnya yang tidak cerdas.

“Di tengah kecepatan, kemudahan, dan daya luas medium komunikasi medsos harus diimbangi kehati-hatian. Tidak selalu baik senjata sosmed dalam kegiatan public relation, bahkan bisa jadi bumerang jika tidak bijak memanfaatkan senjata sosmed,” kata Yosman Mansyur, dosen juga praktisi public relation saat menjadi pembicara dalam seminar bertema Personal Branding Dalam Platform Digital, di kampus USNI, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Seminar rangkaian kegiatan FISIP FESTIVAL, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Satya Negara Indonesia itu, berlangsung di ruang RB301 Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jakarta, Kamis, pukul 10.00 WIB – 13.00 WIB. Selain Yosman, acara yang dibuka oleh perwakilan Dekan Effan Setiyadi itu, juga menghadirkan pembicara lain Sandra Olivia dengan moderator Radita Gora.

Sandra mengatakan, personal branding memunyai kesamaan dengan pencitraan. Keduanya sama-sama mensetting diri sebaik mungkin supaya mendapatkan kesan positif dari masyarakat. Tetapi, personal branding lebih bertujuan untuk meningkatkan popularitas diri agar dikenal masyarakat, sehingga mudah menghasilkan uang.

Pada zaman modern saat ini, popularitas banyak menghasilkan uang melalui berbagai hal. Salah satu contoh, kata Sandra, menjadi youtuber. Ia mencontohkan, Atta Halilintar dan Ria Ricis, dua selebgram yang dikenal luas oleh hampir seluruh pengguna youtuber.

Dalam sesi pertanyaan, dua mahasiswa dan seorang dosen, pada intinya mempertanyakan, cara mempertahankan personal branding, persamaan citra dan personal branding, serta bagaimana menilai seseorang yang memanfaatkan hal negatif untuk meningkatkan personal branding?

“Bijaklah dalam menggunakan sosial media,” tegas Yosman Mansyur. ***

 

Check Also

Keseriusan Pemerintah Mendorong Penggunaan Mobil Listrik untuk Ciptakan Udara Bersih Dipertanyakan
Pengenaan bea masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk impor membuat mahal harga mobil listrik

EmitenNews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *