#
Dirut PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Vallauthan Subraminam. (Nasir/EmitenNews).

SSMS Optimistis Pertahankan Kinerja dengan Memaksimalkan Peluang Bisnis
Perusahaan optimistis menganggarkan capex 2019 Rp788 miliar mendukung kenaikan kapasitas volume produksi

EmitenNews – Tahun 2018 yang penuh dengan tantangan bagi industri kelapa sawit Indonesia tidak menyurutkan langkah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memasuki 2019. SSMS berupaya keras mempertahankan kinerja perusahaan dengan memaksimalkan peluang bisnis di tengah menurunnya harga sawit.

Corporate Communication Manager SSMS Andre Taufan Pratama dalam rilis yang diterima Kamis (31/1/2019), mengungkapkan, pada 2018, tahun penuh tantangan perseroan menunjukkan pergerakan laba positif dan secara umum prospek produksi telah memenuhi target.

2018 memang tahun penuh tantangan bagi industri kelapa sawit Indonesia. Itu terlihat dari melemahnya permintaan sawit dari pasar domestik dan negara-negara pembeli sehingga mengakibatkan menurunnya harga CPO hingga 19%.

Bagusnya, respon Pemerintah terhadap harga yang jatuh sudah pada titik nadir ini, cukup melegakan. Pemerintah mengambil kebijakan menghapus pungutan ekspor (CPO Fund). Diharapkan dengan penghapusan CPO Fund ini, dapat mendongkrak ekspor dan harga CPO global yang berdampak langsung pada harga tandan buah sawit (TBS) petani.

Karena itu, memasuki 2019, perseroan yang dipimpin Dirut Vallauthan Subraminam ini, berkeyakinan akan membaiknya kondisi perekonomian Indonesia pada umumnya dan industri kelapa sawit khususnya. Pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,3 persen atau meningkat sedikit dari tahun 2018 sebesar 5,2 persen, selain memperkirakan perang dagang tidak akan berdampak besar pada 2019.

Kendati demikian, perseroan tetap memperhitungkan aspek manajemen risiko. Andre mengatakan, tidak menutup kemungkinan masih terjadi hal-hal di luar prediksi yang memengaruhi industri kelapa sawit.

Tahun ini, perseroan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, Desember 2013 itu, telah menyusun berbagai rencana strategis untuk memaksimalkan produksi kelapa sawit berkualitas dan berkelanjutan. Melihat dari capaian penyerapan capital expenditureatau capital expense (Capex)) 2018, perusahaan optimistis menganggarkan capex 2019 sebesar Rp788 miliar.

Peningkatan pengeluaran modal atau belanja modal dari tahun sebelumnya itu, guna mendukung kenaikan kapasitas volume produksi. Dengan bertambahnya 2 pabrik CPO baru dan 2 pabrik Biogas, perseroan menargetkan peningkatan produksi crude palm oil (CPO).

Targetnya menjadi 560 ton/jam atau 3 juta ton/tahun pada 2019 yang dihasilkan dari 8 pabrik CPO milik SSMS, dibandingkan pada 2018 yang menghasilkan 440 ton/jam atau 2.640.000 ton/tahun dari 6 pabrik CPO.

“SSMS juga akan menambah kapasitas alat berat yang digunakan di seluruh lahan perkebunan untuk menunjang kenaikan produksi dan proyek pembangunan gedung dalam 2019,” kata Corporate Communication Manager SSMS, Andre Taufan Pratama. ***

 

Check Also

Lunasi Utang Anak Usaha, PT Mahkota Group (MGRO) Pinjam Rp200 Miliar ke Bank UOB

EmitenNews.com – PT Mahkota Group Tbk (MGRO) telah menandatangani akta jaminan perusahaan untuk menjamin pelunasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *