#
Adrianto P. Adhi, Direktur Utama SMRA, dalam acara konferensi pers usai RUPS Tahunan di Kelapa Gading Club, Jakarta Utara, Kamis (15/06).

Summarecon Akui Capai Penjualan Pemasaran di 2016 Senilai Rp3 Triliun

EmitenNews – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp3 triliun pada 2016. Nilai penjualan pemasaran sebesar itu berasal dari lima lokasi pengembangan, yaitu di Serpong, Bandung, Bekasi, Karawang dan Summarecon Kelapa Gading.

Demikian disampaikan Adrianto P. Adhi, Direktur Utama SMRA, dalam acara konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kelapa Gading Club, Jakarta Utara, Kamis (15/06).

Menurutnya, mayoritas penjualan pemasaran kami berasal dari lokasi pengembangan di Serpong, Provinsi Banten, yaitu mencapai sekitar Rp1,62 triliun, atau sekitar 54% dari total penjualan pemasaran kami pada 2016.

Setelah sukses mengembangkan Summarecon Kelapa Gading di Jakarta Utara, maka perseroan sejak 1993 mulai mengembangkan kawasan kota terpadu di Serpong, bernama Summarecon Serpong. Pada proyek ini, perseroan memiliki izin pengembangan lahan seluas 750 hektar (ha).

“Saat ini pengembangan kawasan kota terpadu di Serpong tersebut masih terus berlanjut dan diharapkan dapat menopang kinerja usaha perseroan kedepan,” tutur Adrianto.

Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp5,4 triliun pada 2016, atau turun 4% dibandingkan pada tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut mengakibatkan laba bersih SMRA tergerus hingga 43% menjadi Rp600 miliar pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Disebutkan, penurunan pendapatan dikarenakan penyusutan penjualan. Hal itu terjadi seiring dengan ketidakpastian ekonomi dan politik, baik domestik maupun global, sehingga mendorong konsumen untuk menunda konsumsi dan investasi, khususnya investasi di sektor properti.

Manajemen SMRA optimistis bahwa hasil penjualan pada 2017 akan lebih baik. Hal itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini yang diperkirakan akan berada kisaran 5-5,4% dengan laju inflasi antara 3-3,2%.

Disamping itu, katanya, kesuksesan program Tax Amnesty, penurunan tingkat suku bunga acuan BI 7-day repo rate dan pelonggaran kebijakan kredit melalui peningkatan rasio LTV akan membuat akses pembiayaan properti menjadi lebih terjangkau.

Check Also

Masih ada Waktu bagi Pelaku UMKM Terdampak Covid-19 untuk Peroleh BLT Rp2,4 Juta
Bagi pelaku UMKM yang berminat, dipersilakan mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UMKM daerah sesuai domisili. Di beberapa wilayah, ada juga yang membuka pendaftaran online

EmitenNews.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bergembiralah. Pemerintah memperpanjang program Bantuan Langsung …

%d bloggers like this: