#

Tak Cantumkan Pendapatan Pada Laporan Keuangan, Ini Jawaban PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) ke BEI

EmitenNews.com – PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) menyampaikan, adanya penurunan pendapatan penjualan rumah hunian dan tanah lantaran penurunan penjualan sepanjang periode ini akibat pelemahan industri properti.

Mengutip keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (12/9), Corporate Secretary perseroan Purnomo Utoyo menjelaskan, perseroan tidak membukukan pendapatan lahan siap bangun karena tidak ada penjualan kavling dalam periodei ini. Adapun rincian pendapatan dari akun rekreasi Per Juni 2019 sebesar Rp 10.647.808.932.

Strategi untuk meningkatkan pendapatan baik di penjualan rumah dan tanah maupun rekreasi diantaranya, fokus pada pasar product mid low yang masih ada serapan pasarnya saat ini. kemudian, meningkatkan jumlah tim penjualan, mengeluarkan program insentif yang menarik bagi tim penjualan, melakukan roadshow ke daerah-daerah, meningkatkan frekuensi kalender event di lokasi rekreasi Akkarena, dan meningkatkan tim pemasaran lokasi rekreasi akkarena.

Selain itu, Ia juga menjelaskan entitas asosiasi membukukan kerugian karenanya keterlambatan jadwal serah terima unit. Sehingga entitas asosiasi harus membayar pinalty biaya keterlambatan serah terima kepada customer dan dibukukan laporan laba rugi.

Entitas asosiasi belum membukukan pendapatan per 31 Desember 2018 dan per Juni 2019 karena unit belum ada yang memenuhi syarat sebagai dasar pengakuan penjualan.

“Perkiraan entitas asosiasi untuk membukukan pendapatan belum dapat diperkirakan karena harus dilakukan perencanaan ulang atas product entitas asosiasi tersebut,” tuturnya.

Pada periode sebelumnya, piutang usaha dibukukan atas nilai sisa dari customer deposit yang sudah diakui sebagai penjualan, namun belum sepenuhnya lunas terbayarkan oleh customer ke perseroan. Setelah periode Juni 2019, sudah tidak terdapat tambahan pembukaan piutang usaha atas kondisi tersebut. pengakuan penjualan hanya atas unit-unit yang sudah lunas dan telah ada berita acara serah terimanya.

Rincian atas piutang usaha yang sudah jatuh tempo tersebut yang sudah tertagih oleh perseroan sampai dengan saat ini, 11 September 2019 sebesar Rp 156.917.673 dari total 1.875.970.374. Mitigasi resiko atas tidak tertagihnya piutang sudah dilakukan atas 4 unit dengan total nilai piutang Rp 146.957.551, sedang dilakukan mitigasi atas 49 unit dengan total nilai Rp 1.559.188.308, selebihnya adalah dana ditahan di bank yang masih menunggu pencairan setelah dokumen administratif selesai.

Perseroan melakukan penghapusan piutang pada 2018 sebesar Rp 641 juta karena dipertimbangkan atas piutang usaha customer tersebut adalah karena sudah beralih kepemilikan dan sudah tidak dapat tertagihkan.

Terkait pembukuan penurunan beban iklan dan pemasaran per Juni 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena pada periode per Juni 2019, perseroan belum membukukan biaya manajemen fee karena belum ada invoice terkaitnya.

Penjelasan keyakinan dan asumsi yang mendasari perseroan dapat mencapai target pendapatan lantaran perseroan meyakini bahwa proyeksi pendapatan Rp 280 miliar dapat dikejarmelalui strategi perusahaan. (Romys)

Check Also

Selisih Kurs Buat Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) Catat Rugi Bersih Kuartal III Tahun Ini

EmitenNews.com – PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) mencatat, rugi bersih Perseroan sepanjang Kuartal III-2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: