#
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespon Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun signifikan mendekati level 5.000, Senin (9/3/2020). BEI memberlakukan perubahan ketentuan batas bawah Auto Rejection. Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak hari ini, Selasa (10/3/2020). (Dok. BEI).

Tak Sampaikan Laporan Keuangan Semester I, 16 Emiten Ini Dikenai Sanksi oleh BEI

EmitenNews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada para emiten yang tidak memenuhi ketentuan penyampaian laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2019 atau semester pertama tahun ini.

Mengutip catatan bursa seperti diberitakan Kamis (10/10), pihaknya telah memberikan waktu kepada perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangan semester I-2019 yang tidak diaudit dan tidak ditelaah terbatas oleh akuntan publik hingga 31 Juli 2019.

Sedangkan jika lapkeu ditelaah terbatas atau diaudit oleh akuntan publik akan diberikan waktu hingga 2 September 2019 dan 30 September 2019.

Dari 745 perusahaan tercatat, 673 emiten telah menyampaikan laporan keuangan.

16 perusahaan tersebut diantaranya, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Arthavest Tbk (ARTA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Nipress Tbk (NIPS), PT Cakra Mineral Tbk (CKRA), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT).

Adapun sanksi yang diberikan kepada 16 emiten tersebut antara lain surat peringatan tertulis I, II dan denda Rp50 juta kepada 1 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit.

Surat peringatan tertulis I, II dan denda Rp50 juta, peringatan tertulis III dan denda Rp150 juta ke 2 emiten yang menyampaikan laporan keuangan namun tidak ditelaah dan tidak diaudit lewat batas penyampaian pada 29 September 2019.

Peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta ke 1 emiten yang telah menyampaikan laporan keuangan tapi tidak ditelaah dan tidak diaudit. Peringatan tertulis I ke 1 emiten untuk berbeda tahun buku yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan sampai 30 September 2019.

Peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta ke 1 emiten yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan yang berakhir 30 juni 2019.

Kemudian sanksi berikutnya, peringatan tertulis I ke 1 emiten yang tidak memenuhi penyampaian laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2019 yang diaudit sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan yaitu 30 September 2019. (Romys)

Check Also

Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah, Jumat Ini Totalnya 72.347 Penderita
Dari 1.611 kasus baru infeksi virus corona hari ini, DKI Jakarta kembali menyumbangkan jumlah penderita yang terbanyak, mengalahkan Jawa Timur, dan Jawa Barat

EmitenNews.com – Kasus infeksi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19 terus bertambah. Itu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: