TBIG Bukukan Pendapatan Triwulan III Rp4.357 Miliar

K.Muchtar

Berita Emiten, Properti & Infrastruktur, Sektor Riil Monday, 12th November 2018 3:20:03 PM • 4 weeks ago


EmitenNews – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp3.168 miliar dan Rp2.731 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2018. Jika pencapaian triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp4.357 miliar dan Rp3.753 miliar.

Per 30 September 2018, TBIG memiliki 24.886 penyewaan dan 14.450 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 14.391 menara telekomunikasi dan 59 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 24.827, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.

“Kuartal ini, kami melihat peningkatan permintaan yang signifikan dari pelanggan kami untuk menara dan kolokasi. Kami menambahkan 1.133 penyewaan yang terdiri dari 652 site telekomunikasi dan 481 kolokasi secara perhitungan kotor di kuartal ketiga 2018,” kata Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG.

Kuartal ini adalah kuartal terbaik untuk TBIG di tahun 2018 dalam hal pertumbuhan dan penambahan penyewaan tersebut membuat penambahan organik kotor sebanyak 2.350 penyewaan untuk sembilan bulan pertama tahun 2018. Diharapkan untuk tahun 2018 yang sebesar 2.500 penyewaan.

Per 30 September 2018, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar  yang   telah  dilindung nilai  diukur   dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp20.044  miliar  dan  total  pinjaman  senior (gross senior debt) sebesar Rp13.482 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp293 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp19.751 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp13.189miliar. Menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2018 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,5x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,3x.

“Ketika kami terus membangun menara dan meningkatkan penyewaan kami, tingkat leverage kami tetap stabil dan masih berada di bawah pembatasan obligasi kami untuk tidak lebih tinggi dari 6,25x untuk rasio total pinjaman (yang diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan. Kami membangun aset jangka panjang yang didukung oleh kontrak 10 tahun yang terjamin sehingga menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi dan berulang,” komentar Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.

“Kami terus mematuhi strategi konservatif untuk melindung nilai seluruh utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang dan semua lindung nilai kami tetap efektif. Pergerakan Rupiah akhir-akhir ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap bisnis maupun finansial kami,” kata Helmy.

Berdasarkan EBITDA kuartal ketiga tahun 2018 yang disetahunkan, pinjaman bersih di kuartal ketiga 2018 (dengan mempertimbangkan kontrak lindung nilai), dan kapitalisasi pasar (disesuaikan dengan 3.87% saham treasuri per akhir September 2018), run-rate EV/EBITDA adalah ~10.1x berdasarkan harga saham Rp4.190,” tutur Helmy.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *