#

Telan Dana Rp28,9 Miliar, PT Merdeka Copper Gold (MDKA) Lanjutkan Kegiatan Eksplorasi Di 3 Daerah Ini

EmitenNews.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terus melanjutkan kegiatan eksplorasi di tiga daerah berbeda di Indonesia (Tujuh Bukit di Jawa Timur, Pulau Wetar di Maluku Barat Daya, dan Pani di Gorontalo).

Perseroan dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (11/10) mengatakan, Kegiatan di daerah Tujuh Bukit difokuskan pada sumberdaya porfiri tembaga dan emas, di daerah Pulau Wetar difokuskan pada sumberdaya tembaga, sementara di daerah Pani difokuskan pada eksplorasi sumberdaya emas.

Baca juga: Minta Restu Pemegang Saham, PT Merdeka Copper (MDKA) Akan Stock Split 1:5

 

Adapun total biaya yang dikeluarkan untuk mendukung seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan Merdeka di Indonesia selama bulan September 2019 adalah sebesar Rp28,9 miliar.

Pada bulan September 2019, total meter bawah tanah yang dibor adalah 881,5 meter untuk pengeboran geoteknik (Geotech) dan Definisi Sumber Daya (Res Def). Lubang definisi sumber daya bawah tanah dirancang untuk menguji kontinuitas mineralisasi, serta untuk informasi geoteknik dan hidrologi.

Total biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi UHGZ di daerah Tujuh Bukit pada bulan September adalah sebesar 18,7 miliar untuk pengembangan penurunan drift, Rp3,6 miliar untuk pengeboran definisi sumber daya bawah tanah dan pengeboran hidrologi permukaan, dengan total sebesar Rp22,3 miliar. Semua pekerjaan diselesaikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan PT Merdeka Mining Servis.

Program eksplorasi dan pengeboran Pulau Wetar terus fokus pada sumber daya Partolang. Meter yang dibor dirangkum dalam tabel di bawah ini, dengan lokasi bor ditunjukkan pada peta berikut.

Program September mencakup pemboran pengisi dan perluasan sumber daya, pemboran untuk memulihkan sampel untuk pekerjaan uji metalurgi dan pemboran geoteknis untuk menilai struktur dan satuan batuan yang mungkin berdampak pada dinding pit di masa depan.

Total perkiraan biaya untuk program latihan September adalah Rp5,1 miliar. Semua pekerjaan diselesaikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan PT Merdeka Mining Servis.

Sedangkan Merdeka memiliki 67 persen angka kepemilikan di Pani untuk 1 kilometer persegi KUP/IUP. Pada April 2019, perizinan telah dikeluarkan untuk memulai kegiatan pemboran eksplorasi setelah diselesaikannya berbagai kewajiban remediasi.

Total biaya untuk kegiatan eksplorasi di properti Pani pada September 2019 adalah Rp1,5 miliar. (Romys)

Check Also

Selain ke PT Telkom (TLKM), PT Indosat Ooredoo (ISAT) Juga Jual 1.000 Menara ke PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) Senilai Rp1,95 Triliun

EmitenNews.com – PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyampaikan, selain transaksi jual beli menara dengan anak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *