#
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Jawa Pos).

Tenaga Honorer Bersabarlah, Pemerintah Kaji Program BLT Subsidi Gaji Rp600 Ribu
Banyak tenaga honorer yang tidak masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Otomatis tak masuk kriteria penerima subsidi gaji Rp600 ribu. Untuk itulah pemerintah siapkan BLT tenaga honorer

EmitenNews.com – Para tenaga honorer bersabarlah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkaji pencairan BLT untuk para tenaga honorer. BLT honorer ini diberikan sebagai upaya mengurangi dampak ekonomi pandemi Covid-19 lewat program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Sebelumnya ada subsidi gaji Rp600 ribu untuk para pekerja swasta bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan dan terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (16/9/2020), Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bantuan BLT pegawai honorer tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk seperti apa skema penyalurannya. Kata Ketua Umum Partai Golkar itu, Presiden juga meminta dilakukan pendalaman terkait tenaga honorer.

Pemerintah menyadari banyak tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah, termasuk para guru honorer, yang terdampak pandemi. Sejauh ini, baru ada tenaga honorer yang masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa menerima bantuan pemerintah tersebut.

Padahal, kata Airlangga, banyak tenaga honorer yang tidak masuk dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, otomatis tak masuk kriteria penerima subsidi gaji Rp 600.000. Untuk mereka itulah pemerintah akan menyiapkan program atau detailnya, BLT tenaga honorer.

Melalui program tersebut, pekerja mendapatkan bantuan Rp600 ribu dalam empat bulan yang ditransfer setiap dua bulan sekali. Dengan demikian, total bantuan yang diterima Rp2,4 juta.

Namun demikian, dari 15,7 juta pekerja, sebanyak 13 juta di antaranya adalah pekerja swasta, dan hanya 2,7 juta ASN honorer. Karena itu, BLT honorer akan diarahkan untuk seluruh tenaga honorer.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji Rp600 ribu yang diberikan pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya ditujukan bagi karyawan swasta, pegawai honorer non- PNS juga mendapatkannya. Pegawai pemerintah non-PNS, sepanjang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk menerima program bantuan perintah. Sama seperti karyawan swasta, pegawai hononer yang mendapatkan bantuan adalah yang bergaji di bawah Rp 5 juta.

Sebelumnya, lanjut Ida, hanya 13,8 juta pekerja swasta yang berhak menerima subsidi gaji tersebut. Namun, atas pertimbangan serta koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L), angka penerima subsidi bertambah menjadi 15,7 juta pekerja termasuk pegawai honorer. ***

 

Check Also

Pekerja Terdampak Covid-19 Bersabarlah, 2021 Pemerintah Berencana Lanjutkan Subsidi Gaji
Menaker Ida Fauziyah: program subsidi gaji untuk para pekerja kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, namun tetap yang menentukan seluruh program bansos, Satgas PEN

EmitenNews.com – Para pekerja terdampak pandemi covid-19 bersabarlah. Pemerintah berencana melanjutkan program bantuan sosial termasuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: