#
Benny Tjokrosaputro. (Dok. Merdeka).

Terbukti Korupsi Kasus Jiwasraya, Bentjok dan Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, juga menjatuhkan kewajiban membayar uang pengganti Rp16 triliun lebih. Benny harus membayar Rp6,078 triliun, dan Heru Hidayat Rp10,728 triliun

EmitenNews.com – Terbukti korupsi kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, dihukum seumur hidup. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, dalam pembacaan vonis, Senin (26/10/2020) malam, juga menjatuhkan kewajiban membayar uang pengganti Rp16 triliun lebih. Benny harus membayar Rp6,078 triliun, dan Heru Hidayat Rp10,728 triliun.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, dan tindak pidana pencucian uang. Menjatuhkan pidana terdakwa Benny Tjokrosaputro penjara seumur hidup,” kata ketua majelis hakim Rosmina di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (26/10/2020) malam.

Rosmina mengungkapkan, keduanya juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp16 triliun lebih. Dengan rincian Bentjok diwajibkan membayar uang pengganti Rp 6.078.500.000.000, sedangkan Heru Hidayat membayar pengganti Rp 10.728.783.375.000. “Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti, asetnya akan disita jaksa dan dilelang hingga cukup membayar uang pengganti.”

Hakim menyatakan, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokro dan Heru Hidayat sebagai Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), terbukti melakukan korupsi dan memperkaya diri bekerja sama dengan tiga mantan pejabat Jiwasraya senilai Rp16 triliun dan tindak pencucian uang (TPPU).

Benny, dan Heru dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain itu, keduanya melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Benny juga menghadapi persoalan lain. Ia dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik BPK RI. Pada persidangan Rabu (24/6/2020), Bentjok menuding BPK menutup-nutupi keterlibatan Grup Bakrie dalam kasus Jiwasraya. “BPK yang nutupin. Memang yang nutupin. Memang Ketua dan Wakil Ketua BPK itu yang nutupin.”

Kepala BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, Bentjok sengaja melakukan pencemaran nama baik. Menurut dia, Bentjok mengalihkan kasus megakorupsi Asuransi Jiwasraya yang sedang dalam proses persidangan. Agung menegaskan pencemaran nama baik yang dilakukan Bentjok sudah dilaporkan pihaknya ke Badan Reserse Kriminal dan hingga saat ini terus berjalan.

Dalam keterangannya kepada pers, di Gedung DPD RI, Kamis (16/7/2020), Agung menegaskan, yang dilakukan Bentjok bukan hanya pencemaran nama baik BPK tapi termasuk memberikan keterangan palsu. “Kalau mereka menyebut melindungi dan sebagainya itu adalah keterangan palsu, itu upaya pencemaran nama baik, dan upaya mengaburkan kasus yang sesungguhnya yang kita sudah sama-sama tau.” ***

 

Check Also

Bentjok Perlu Siapkan Pembelaan Ekstra, Jaksa Tuntut Hukuman Seumur Hidup dan Denda Rp6 Triliun
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung KMS Roni meminta majelis hakim menyatakan terdakwa Benny Tjokrosaputro secara sah dan meyakinkan bersalah korupsi bersama-sama

EmitenNews.com – Benny Tjokrosaputro perlu menyiapkan pembelaan ekstra. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Direktur Utama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: