#
Ilustrasi PLBN Motaain. Kendala yang merintangi pemerintah membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Oepoli, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur berkaitan dengan patok pembatas negara Republik Indonesia dengan Timor Leste. (Dok. Pesona Travel).

Ternyata Sepele Kendala yang Rintangi Pemerintah Bangun PLBN Terpadu di Oepoli Kupang
Pembangunan Pos Lintas Batas Negara menjadi salah satu bukti Indonesia negara besar, selain dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan

EmitenNews.com – Ternyata sepele kendala yang merintangi pemerintah membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Oepoli, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Persoalan yang merintangi pembangunan PLBN Terpadu itu berkaitan dengan patok pembatas negara Republik Indonesia dengan Timor Leste.

Kepada pers, di gedung Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Rabu (19/2/2020), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian Luar Negeri masih melakukan komunikasi terkait patok batas negara dengan Pemerintah Timor Leste. Basuki memastikan setelah kendala teratasi, pembangunan PLBN bisa segera dilakukan.

“Sedang dibicarakan. Kalau sudah selesai, nanti bisa segera dibangun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sebelumnya, untuk fase pertama pembangunan PLBNi telah diselesaikan sejak 2018. Ketika itu, sedikitnya ada tujuh pembangunan PLBN terpadu. Antara lain,  tiga PLBN di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Entikong, Badau, dan Aruk, tiga PLBN di Provinsi Nusa Tenggara Timur, meliputi Motaain, Motamassin, dan Wini. Satu PLBN lagi di Provinsi Papua, yakni Skouw.

Data yang dikumpulkan hinga Kamis (20/2/2020), PLBN Terpadu Oepoli itu, masuk daftar PLBN fase kedua yang harus dibangun tahun ini. Skema pembiayaannya yang mencapai Rp48,2 miliar, telah tercantum dalam anggaran negara 2020. Skemanya menggunakan sistem multi years contract dengan total anggaran Rp151,9 miliar.

Menteri Basuki mengungkapkan, total ada 11 PLBN yang dibangun selama fase dua ini. Semuanya ditargetkan rampung pada 2020, salah satunya PLBN Oepoli. Satu PLBN sudah selesai pembangunannya, yaitu Sota. “Pak Menteri Polhukam Mahfud MD mau melaporkan pada Presiden Joko Widodo, kesiapan untuk dapat diresmikan.”

Perlu diketahui, pembangunan PLBN menjadi salah satu bukti Indonesia negara besar, selain dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Meski begitu, PLBN memiliki fungsi utama sebagai pos kepabeanan (Custom), keimigrasian (Immigration), karantina (Quarantine), dan keamanan (Security) atau yang sering disingkat CIQS.

Di wilayah PLBN Terpadu Oepoli terdapat 8.853 penduduk dengan jumlah pelintas 25 orang setiap minggu. Tentu sebagai warga negara Indonesia, mereka juga berhak atas pembangunan infrastruktur, dan menikmati pertumbuhan ekonomi. ***

 

Check Also

Karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Tidak ada Pemberangkatan Jemaah Haji 2020
Bagi calon Jemaah haji yang telah melunasi ongkos perjalanannya, akan diberangkatkan pada 2021. Jika ada yang membutuhkan Bipih yang sudah disetor, silakan diambil

EmitenNews.com – Tidak ada pemberangkatan Jemaah Haji 2020. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: