#
Rencana Akuisisi Jaringan Ritel 7-Eleven oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Batal setelah Tidak Tercapai Kesepakatan dengan PT Modern International Tbk

Tidak Capai Kesepakatan, CPIN Batal Akuisisi 7-Eleven

Emitennews.com – Rencana PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengakuisisi jaringan ritel 7-Eleven dari PT Modern International Tbk (MDRN) senilai Rp 1 Triliun kandas ditengah jalan. Setelah, kedua pihak tidak mencapai kata sepakat.

Dalam tambahan informasi transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience di Indonesia dengan merek 7- Eleven beserta aset-aset yang menyertainya oleh PT Modern Sevel Indonesia kepada PT Charoen Pokphan Restu Indonesia terpaksa tidak dilanjutkan karena tidak tercapai kesepakatan.

“PT Modern Sevel Indonesia sebagai salah satu entitas anak dari perseroan kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, mengalami pembatalan karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan,” ucap Direktur Modern International Chandra Wijaya Seperti dilansir dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (5/6).

Sedianya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang akan dilakukan pada 21 Juni terkait rencana akuisisi tersebut dibatalkan.

Dipenghujung April lalu, PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) yang merupakan entitas anak usaha dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berniat mengakuisisi jaringan waralaba 7-Eleven dari PT Modern Internasional Tbk (MDRN), melalui anak usahanya PT Modern Sevel Indonesia (MSI).

Saat itu CPRI menyetujui rencana pengambilalihan kegiatan usaha MSI di bidang rumah makan dan toko modern atau convenience store beserta aset-aset terkait berdasarkan sistem waralaba dengan nilai transaksi sebesar Rp1 Triliun.

Penandatanganan business acquisition agreement oleh kedua belah pihak dilakukan pada 19 April 2017. Awalnya, transaksi direncanakan selesai sebelum atau pada tanggal 30 Juni 2017.

Berdasarkan pantauan Emitennews.com pasca pengumuman tersebut saham MDRN merosot 3 poin atau 5,17% ke Rp55. Saham MDRN diperdagangkan di kisaran Rp53-Rp59 per saham hari ini, dengan volume perdagangan sebesar 54,2 juta lembar saham diperdagangkan.

Sementara saham CPIN justru mengalami kenaikan 10 poin atau 0,32% ke Rp3.130. Saham CPIN diperdagangkan di kisaran Rp3.110-Rp3.170 hari ini, dengan volume perdagangan sebesar 2,5 juta lembar saham diperdagangkan.

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: