Tidak Lagi Mayoritas, Perusahaan Offshore Kembalikan Saham SRSN ke Pemilik Lokal

Jos Klueniy

Emiten Update Thursday, 19th October 2017 3:58:19 PM • 1 year ago


EmitenNews – PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) ditinggal oleh perusahaan investasi berbadan hukum Bahama, South East Unicorn Inc. Hanya menyisakan kepemilikan saham 5,08 persen dari sebelumnya sebesar 5,08 persen.

South East Unicorn Inc yang merupakan bagian dari Mourant International Limited melepas sebanyak 1.814.004.444 saham SRSN pada harga Rp35 per saham pada 10 Oktober 2017. Maka pelepasan sebesar 30,13 persen kepemilikan saham itu senilai Rp63,49 miliar.

Transaksi dilakukan di pasar negosiasi. South East Unicorn Inc yang merupakan perusahaan offshore atau biasa juga disebut special purpose vehicle (SPV) itu menyisakan kepemilikan sebanyak 305.647.601 saham setelah transaksi. ”Transfer to ultimate shareholders (pemegang saham utama),” penjelasan atas tujuan dari transaksi saham tersebut.

Dalam laporan keuangan SRSN per 30 Juni 2017 tercatat South East Unicorn Inc merupakan pemegang saham terbesar dari perusahaan bergerak di industri agro kimia itu. Sebesar 35,21 persen. Di tempat kedua adalah PT Budhi Bersaudara Manunggal sebesar 14,15 persen, PT Kemiri Sarana Investama (13,61 persen), Bambang Setijo (10,16 persen), PT Sarana Integritas (5,04 persen), dan beberapa pemegang saham lainnya.

Pada tanggal sama, 10 Oktober 2017, Bambang Setijo, yang baru saja mengundurkan diri dari Presiden Komisaris SRSN menambah kepemilikan saham dari sebelumnya 10,16 persen menjadi 17,67 persen. Terjadi tambahan sebanyak 452.128.715 saham pada harga Rp35 per saham.

Komisaris SRSN, Budhi Hartono, juga menambah kepemilikan dari sebelumnya 2,11 persen menjadi 9 persen. Pada tanggal sama dia membeli sebanyak 414.657.148 saham pada harga Rp35 per saham.

Presiden Direktur SRSN, Budhi Moeljono, juga membeli sebanyak 532.561.433 saham dari sebelumnya hanya memiliki 390 saham. Transaksi dilakukan pada tanggal sama dan pada harga sama yaitu Rp35 per saham sehingga kepemilikannya menjadi 8,85 persen.

Pada kuartal kedua 2017 penjualan SRSN tercatat sebesar Rp275,655 miliar atau turun 4,8 persen dibandingkan Rp289,855 miliar pada periode sama 2016. Laba bersih tercatat Rp2,450 miliar atau amblas 84 persen dibandingkan Rp15,316 miliar.