Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Kekhawatiran Geopolitik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga

andi baco

Ekonomi Update, Energi Thursday, 12th April 2018 9:21:45 AM • 1 month ago


EmitenNews – Harga minyak menyentuh level tertinggi sejak 2014 lalu pada perdagangan Rabu (11/4) (Kamis Pagi WIB). Hal ini dipicu pernyataan  Arab Saudi yang mengatakan pihaknya mencegah rudal di atas Riyadh. Disamping itu Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia akan tindakan militer mereka di Suriah juga menjadi salah satu katalis.

Dilansir dari Reuters pada Kamis (12/4), harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,02 dolar AS menjadi 72,06 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan, setelah sempat menyentuh level 73,09 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Hal senada juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar 1,31 dolar AS atau dua persen menjadi 66,82 dolar A per barel. Harga WTI sempat menyentuh level 67,45 dolar AS di New York Mercantile Exchange.

Kenaikan harga kedua komoditas minyak acuan ini dilevel tertinggi sejak tiga tahun terakhir akibat kekhawatiran terhadap risiko geopolitik lebih besar dibanding sentimen peningkatan persediaan minyak mentah AS.

“sebuah laporan persediaan “bearsih” dengan cepat dinetralisir karena kata-kata rudal yang dicegat diatas Riyadh, yang hanya menambah lonjakan ketegangan geopolitik baru-baru ini.”kata Anthony Headrick, analis pasar energi dan broker komoditas berjangka di CHS LLC.

Harga-harga mulai reli karena Trump mengancam akan menembakkan rudal ke Suriah. Washington dan sekutunya mempertimbangkan serangan udara menyusul dugaan serangan gas beracun akhir pekan lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *