Pembina Investor Saham Pemula (ISP) Tito Sulistio. (Dok. Citizen Daily Net).

Tito Sulistio Optimistis Tahun Politik 2019 tak Pengaruhi Kinerja Bursa
Pembina Investor Saham Pemula itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat

EmitenNews – Tito Sulistio termasuk yang optimistis 2019, tahun politik, tahun penyelenggaraan pemilihan umum tidak akan memengaruhi kinerja pasar saham. Pembina Investor Saham Pemula (ISP) itu, menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat, begitupun kondisi bursa terus mengarah pada pertumbuhan menggembirakan.

“Angka basic economi dan sinyal tata kelola menunjukkan arah positif. Growth performance emiten IDX di atas 15%, salah satu terbaik di Asia. Investor domestik masih bertambah sekitar 500 per hari, frekuensi perdagangan masih teraktif di Asean, velocity retail di atas 100%. Semua itu memperlihatkan kondusif dan likuidnya pasar modal kita,” kata mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia itu, dalam rilisnya, Jumat (11/1/2019).

Tito juga melihat Pilpres 2019, siapapun pemenangnya tetap akan menjamin stabilitas. Di lain pihak, perseteruan Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sudah mengarah pada pendinginan. Kedua pemimpin dunia itu, sudah berunding dan ada kompromi. “Mereka tentu tak ingin perekonomian Negara masing-masing sampai terganggu akibat ketegangan.”

Lagi pula, bagi Tito dengan kokohnya sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), atau Indonesia Stock Exchange (IDX) yang baru, termasuk percepatan setlement T+2 dan mulai beroperasinya securities financing, diyakini akan memberi margin kepada perusahaan sekuritas. Dengan begitu, likuiditas IDX dipastikan meningkat.

“Sementara itu, 10 tahun return emitten IDX masih terbesar di dunia dengan CAGR lebih dari 15%. Adakah reason untuk tidak memulai dan memperbesar investasi pada saham emiten IDX? Saya sudah boleh. Saya akan mulai. Bismillah…,” kata Tito Sulistio.

Pengalaman tahun politik

Sebelumnya opitmisme yang sama ditunjukkan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi. Ia mengaku tetap optimistis dengan kinerja pasar saham pada 2019, meski Indonesia memasuki tahun politik, dengan datangnya penyelenggaraan pemilu legislatif, dan Pilpres 2019.

Inarno juga mengingatkan, dari pengalaman tahun-tahun politik yang pernah kita lalui, kinerja pasar tak berkolerasi dengan pesta politik. Dari sejarahnya, katanya kepada wartawan, di BEI, Jakarta, Jumat (28/12/2018), semua berjalan baik. “Tidak ada korelasi antara pemilu dengan kinerja indeks kita. Jadi kami optimistis tidak akan memengaruhi pasar. Kalau riak-riak kecil sih biasa.”

Meski begitu, Inarno mengaku tak memasang target tinggi dalam hal jumlah perusahaan yang melakukan IPO. Jika tahun 2018 targetnya sebanyak 35 emiten baru, 2019, targetnya jumlahnya sama. “Kami justru enggak turunkan target Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana itu sebagai bentuk optimisme, meski ada pemilu.”

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berkeyakinan jumlah investor pasar modal bisa bertumbuh setidaknya 44 persen dari posisi per 26 Desember 2018, yang mencapai 1,62 juta single investor identification (SID). Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi mengharapkan, pertumbuhan jumlah investor (SID) 2019, minimal sama dengan 2018 sebesar 44,06 persen. ***

 

Check Also

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!
WhatsApp chat