#
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Januar Utomo menuntut mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dengan pidana penjara seumur hidup. Ia dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama atas kasus dugaan rasuah di perusahaan pelat merah tersebut. (Dok. Tribunnews).

Tuntutan Pidana Seumur Hidup untuk Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya
"Menuntut, supaya majelis hakim memutuskan, menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Hary Prasetyo selama seumur hidup," ucap Jaksa Yanuar Utomo

EmitenNews.com – Tuntutan pidana penjara seumur hidup untuk mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yanuar Utomo menilai terdawa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama atas kasus korupsi di Jiwasraya.

“Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Hary Prasetyo selama seumur hidup,” ucap Jaksa Yanuar Utomo saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Jaksa juga meminta majelis hakim menghukum Hary dengan pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Jaksa mengutarakan hal yang memberatkan Hary adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu perbuatannya dinilai Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) yang berimplikasi kepada kesulitan ekonomi terhadap para peserta PT Asuransi Jiwasraya. Hal itu, menurut Jaksa, membuat kepercayaan masyarakat menurun.

“Hal meringankan Terdakwa belum pernah dihukum,” kata Jaksa.

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dituntut pidana 20 tahun penjara atas kasus yang sama. Ia dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menuntut, supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hendrisman Rahim dengan pidana penjara selama 20 tahun,” kata Jaksa.

Jaksa juga meminta hakim menghukum Hendrisman dengan pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Dalam menjatuhkan hukuman, jaksa menilai perbuatan Hendrisman berbanding terbalik dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas KKN.

“Hal meringankan perbuatan Terdakwa bersikap sopan dan kooperatif dalam persidangan. Terdakwa belum pernah dihukum,” urai Jaksa.

Sedangkan untuk mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan dituntut dengan 18 tahun bui dan pidana denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam penilaian Jaksa, perbuatan ketiga mantan petinggi PT Jiwasraya ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp16,8 Triliun. Angka itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada periode Tahun 2008 sampai 2018 Nomor: 06/LHP/XXI/03/2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ***

 

Check Also

PT Hanson International Tbk (MYRX) Milik Tersangka Kasus Jiwasraya, Bentjok, Pailit Sudah
Putusan sidang atau rapat permusyawaratan hakim sebagaimana dimaksud telah diumumkan oleh Kurator pada dua surat kabar harian Nasional, 21 Agustus 2020

EmitenNews.com – PT Hanson International Tbk (MYRX) pailit sudah. Kebangkrutan perusahaan milik Benny Tjokrosaputra (Bentjok) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: