Usul ke Pemerintah, Anak Usaha BKSL Minta Kantor Kementerian dan Lembaga di Pindah ke Jonggol

emiten

Emiten Update, Properti Wednesday, 21st February 2018 9:06:16 PM • 6 months ago


EmitenNews – Anak Usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) yaitu PT Bukit Jonggol Asri mengusulkan ke pemerintah agar kantor Kementerian dan Lembaga di pindahkan ke Jonggol. Hal itu karena kawasan Jonggol ini sudah memiliki peraturannya, yaitu Keppres nomor 1 tahun 1997.

Presiden Komisaris PT Bukit Jonggol Asri, Tranggono Ting mengatakan, kawasan Jonggol ini merupakan kawasan yang paling siap lahannya. Karena kawasan Jonggol ini sudah memiliki peraturannya, yaitu Keppres nomor 1 tahun 1997 yang meminta agar kantor Kementerian dan Lembaga di pindahkan ke Jonggol, dengan maksud untuk mengurani kepadatan dan kegiatan terhadap Jakarta.

“Ini salah satu opsi yang mungkin masih bisa di review kembali, mengingat pada saat itu keputusan tersebut cukup banyak studi pendukungnya,” kata Tranggono,” disela acara Seminar “Menatap Masa Depan Jakarta” yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah, di hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (20/2).

Menurutnya, kawasan kota mandiri yang ditetapkan dalam Keppres nomor I tahun 1997 tersebut, kawasan Jonggol ini akan dibangun oleh Bukit Jonggol Asri merupakan sebuah kota Mandiri dengan luasan 30 ribu hektar.

Dimana peruntukkan 15 ribu hektar untuk kawasan terbuka hijau dan 15 ribu untuk kawasan hunian. “Sampai saat ini dari 15 ribu hektar tersebut, kami sudah 60% lahan sudah dikuasai untuk dijadikan sebagai kota mandiri,” kata Tranggono.

Tranggono mengatakan, dari 15 ribu hektar itu, bisa dikembangkan pusat pemerintahan, komersial, hunian, hotel dan lainnya. Lahan yang ada dikawasan Jonggol ini dimiliki anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) untuk dikembangkan sebagai kota mandiri.

“Kami usulkan, lembaga lembaga non teknis dan yang bersifat tidak vital bisa dipindahkan ke kawasan Jonggol ini, hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan Jakarta dan juga distribusi kota kota baru,” kata dia.

Pihak perusahaan, kata dia, sudah menyiapkan lahannya. Pada tahap pertama pihaknya sudah bekerjasama dengan Perum Perumnas untuk membangun rumah subsidi sebanyak 5000 unit rumah. Dan perusahaan akan membangun 2000 sampai 3000 unit rumah tapak dikawasan Jonggol.

Diperkirakan investasi awal untuk pembangunan awal kota Mandiri Jonggol ini bisa mencapai Rp10 triliun dan bisa dikembangkan sampai 10 tahun kedepan. “Kalau kota mandiri perencanaan jangka panjang, diatas 10 tahun. Nanti ada rumah landed, vertikal dan lainnya,” kata dia.

Selain itu, nanti kawasan ini juga bisa menyediakan hunian bagi para pegawai negeri sipil (PNS) dan lainnya. Karena lahan memang cukup luas. Karena itu tak salah bila kawasan Jonggol bisa menjadi alternatif untuk pemindahan kantor kementerian dan lainnya. “Infrastruktur juga sudah bagus, dan menjadi alternatif untuk jalur kearah wisata puncak II,” ujarnya.