#
Ilustrasi jamaah umrah. Raja Salman bin Abdulaziz, akhir pekan lalu merektrusturisasi visa kunjungan umrah dan haji. Kerajaan Arab Saudi membatalkan biaya visa umrah berulang 2.000 riyal Saudi, diganti biaya tambahan 300 riyal Saudi yang berlaku merata. (Dok. Gontor.ac.id).

Visa Progresif Sudah Dihapuskan, Patuhi Pertanyakan Buat Apa Biaya Tambahan 300 Riyal Saudi
Raja Salman merektrusturisasi visa kunjungan umrah dan haji. Biaya visa umrah berulang 2.000 riyal Saudi dibatalkan diganti biaya untuk semua jamaah

EmitenNews.com – Tidak ada lagi visa progresif haji dan umrah. Raja Salman bin Abdulaziz, akhir pekan lalu merektrusturisasi visa kunjungan umrah dan haji. Kerajaan Arab Saudi membatalkan biaya visa umrah berulang 2.000 riyal Saudi, diganti biaya tambahan 300 riyal Saudi yang berlaku merata. Pihak Permusyawaran Antartravel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) pertanyakan biaya baru untuk seluruh jamaah, sesuai dekrit Raja Arab itu.

“Dekrit Kerajaan ini bagian dari kemurahan hati pimpinan kami untuk memfasilitasi kedatangan muslim dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah haji dan umrah,” kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammad Salih Bentin, seperti dikutip pers dari Arab News, Senin (9/9/2019).

Salih Bentin mengatakan kebijakan Raja Salman itu juga menandakan kesiapan Kerajaan Arab Saudi menerima peningkatan peziarah setelah pembangunan proyek infrastruktur besar-besaran di Makkah, Madinah, dan tempat-tempat suci lainnya. Ia memastikan, dekrit itu bagian dari upaya reformasi Visi Saudi 2030. Kerajaan Saudi mengharapkan, pada 2030 akan menerima 30 juta jamaah umrah per tahun.

Seperti diketahui, Kerajaan Saudi memberlakukan visa progresif umrah sejak 2016. Dengan kebijakan itu, ada biaya tambahan 2.000 riyal Saudi atau setara Rp7,5 juta bagi pemohon yang berumrah untuk kedua kalinya atau lebih pada tahun yang sama. Sedangkan, visa haji diberlakukan pada 2018, yang nominalnya setara visa progresif umrah bagi jamaah yang sudah pernah berhaji sebelumnya.

Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah Endang Djumali mengatakan, pihak Kementerian Haji Arab Saudi telah mengajukan peninjuan ulang atas kebijakan ini, bukan mengajukan pembatalan. Jadi, kata dia, Raja Salman bukan membatalkan biaya visa itu, tetapi mengurangi jumlahnya.

Untuk memastikan adanya kebijakan baru itu, Endang mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya, Sekretaris Pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al-Moumeni, penanggung jawab e-hajj Farid Mandar, dan humas Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Endang menyambut baik kebijakan baru ini. Karena akan meringankan beban biaya jamaah dan sesuai visi 2030 Saudi. Jemaah yang dikenakan visa progresif tersebut didasarkan pada data e-hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi.

“Keputusan terbaru, pengurangan nominal visa progresif dari 2.000 riyal menjadi 300 riyal bagi mereka yang mengulangi atau berulang kali umrah. Begitu juga dengan visa haji, nominalnya menjadi 300 riyal,” katanya.

Pihak Permusyawaran Antartravel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) juga telah mendapatkan informasi mengenai dekrit Raja Salman tentang penghapusan visa progresif bagi jamaah yang umrah lebih dari sekali di tahun yang sama. Informasi tersebut diterima Patuhi dari Muasasah Asia Tenggara.

Patuhi masih menunggu keterangan selanjutnya tentang waktu penerapan kebijakan visa progresif itu. Pasalnya, sampai berita ini ditulis, Rabu (11/9/2019), sistem proses permohonan pengajuan visa belum berubah. Jadi, dekrit yang dikeluarkan 8 September 2019 itu belum berlaku efektif.

Yang menjadi pertanyaan Artha, mengapa masih ada beban baru 300 riyal Saudi, atau Rp1,2 juta itu?. Pasalnya, biaya itu harus dikeluarkan jamaah yang hendak mengajukan visa umrah ke Kedutaan Besar Arab Saudi, baik yang baru berangkat umrah maupun yang sudah berulangkali berumrah.

Beban biaya sebesar 300 riyal Saudi itu akan diminta sistem saat proses pengajuan visa. Menurut Artha, jika memang Raja Salman sudah menghapuskan beban visa progresif, seharusnya tidak perlu ada beban pengganti meski nilainya jauh lebih kecil dari beban sebelumnya. ***

 

Check Also

Presiden Sepakat Naikkan Tarif Cukai Rokok 23 Persen Tahun 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen

EmitenNews.com – Hampir pasti para perokok bakal menikmati harga rokok lebih mahal. Presiden Joko Widodo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *