#
Jajaran Komisaris BEI saat ini. Foto : ist

Wakil Ketua DK OJK Incar Komut Bursa?

Emitennews – Jajaran Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) akan ditentukan kembali melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nama Rachmat Waluyanto yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ramai disebut akan mengisi posisi Komisaris Utama (Komut).

Susunan Komut dan Komisaris BEI yang akan diusung pada RUPS BEI dijadwalkan pada Juni 2017 itu bocor kepada awak media.

Dari bocoran itu, susunan Dewan Komisaris BEI seperti ini:

Komut : Rachmat Waluyanto

Komisaris:

  • Alexander Rusli (PT Indosat Tbk)
  • John A Prasetyo (Akuntan Publik)
  • Antony (PT KGI Sekuritas Indonesia)
  • Zaki Mubarak (PT Bosowa Sekuritas)

Mereka digadang-gadang akan menggantikan susunan Dewan Komisaris yang masa jabatannya pada periode ini akan berakhir, yaitu:

Komut : Robinson Simbolon

Komisaris :

  • Garibaldi Thohir (PT Adaro Energy Tbk)
  • Hari Purwantono (Akuntan Publik)
  • Hendra H Kustarjo (PT Panca Global Securities)
  • Lydia Trivelly Azhar (PT Buana Capital)

Jika benar bahwa Rachmat yang merupakan mantan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan itu menjadi Komut BEI maka terjadi rangkap jabatan. Menambah banyak pejabat publik yang rangkap menjadi komisaris di Perseroan Terbatas (PT) terutama lebih banyak di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal tersebut diumumkan Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombudsman RI pada awal Mei 2017. ”Ada sekitar 222 pejabat publik yang saat ini juga menjabat sebagai komisaris BUMN,” ungkap Komisioner Ombudsman RI, A Alamsyah Saragih, Senin (08/05) dikutip dari Inilah.com.

Lagipula dengan jabatan tinggi saat ini dan pengalaman mumpuni sebelumnya, jabatan Komut BEI boleh jadi kurang pas bagi Rachmat.

Selain itu Rachmat bisa jadi juga terganjal aturan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam PP 30/1980 ada larangan bagi PNS untuk memiliki saham suatu perusahaan atau menjabat sebagai Direksi atau Dewan Komisaris.

Namun laragan itu dikecualikan bagi PNS yang berpangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d ke bawah yang mendapat izin tertulis dari pejabat yang berwenang.

Meski begitu, sejak berlakunya PP 53/2010, aturan dalam PP 30/1980 dicabut sehingga tidak ada lagi ketegasan larangan bagi PNS yang ingin memiliki saham atau menjadi Direksi atau Dewan Komisaris suatu perusahaan.

Ditanya terkait susunan calon Dewan Komisaris BEI baru itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengaku belum mendapat informasinya.”Nggak tahu karena bukan urusan saya,” tegasnya di gedung BEI, hari ini (15/05).

Lalu bagaimana tanggapannya terkait nama-nama disebutkan dalam bocoran itu? ”Tanggapan saya simpel saja. Bursa itu direksi, tidak ikut campur urusan Komisaris. Bursa hanya menyelenggarakan RUPS-nya,” kata dia.

Yang terpenting, kata Tito, karena menyangkut RUPS, semua harus sesuai dengan Undang Undang yang berlaku. ”Nanti kan pada saat RUPS siapapun orangnya, lawyer sama notarisnya kan bilang; ini pencalonannya sudah sesuai dengan Undang Undang atau nggak,” terusnya.

Sebelum masuk ke bursa, nama-nama calon jajaran komisaris bursa akan masuk ke OJK terlebih dahulu.

 

 

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

One comment

  1. auto like, Status Liker, Autoliker, Autolike International, ZFN Liker, Working Auto Liker, auto liker, Auto Liker, autolike, Status Auto Liker, autoliker, Autolike, Increase Likes, Auto Like, Photo Auto Liker, Autoliker, Photo Liker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: