#
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 2017-2022 Wimboh Santoso (kelima kanan) bersama anggota ex-officio Mirza Adityaswara (kiri) serta Mardiasmo (ketiga kanan) dan Anggota Dewan Komisioner OJK (kedua kiri ke kanan) Ahmad Hidayat, Tirta Segara, Heru Kristiyana, Nurhaida, Riswinandi dan Hoesen berfoto bersama usai dilantik di Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (20/7). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/17.

Wimboh Bentuk Kabinet OJK, Nurhaida Jabat Wakil Ketua

EmitenNews – Setelah dilantik oleh Mahkamah Agung (MA), Ketujuh Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 menggelar Rapat Dewan Komisioner (RDK) di Kantor OJK, Gedung Radius Prawiro.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DewanKomisiner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, menentukan pembagian bidang pada enam Anggota DK OJK yakni Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat dan Tirta Segara, Riswinandi, Heru Kristiyana. Masing-masing bidang sudah diputuskan dalam RDK.

Dalam rapat yang berlangsung selama lima jam, akhirnya disepakati pembagian tugas dan fungsi DK OJK berdasarkan kompetensi masing-masing.  Adapun susunan “kabinet” DK OJK periode 2017-2022 di bawah komando Wimboh Santoso dengan bidangnya masing-masing adalah sebagai berikut:

  1. Ketua OJK, Wimboh Santoso
    2. Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik, Nurhaida
    3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Heru Kristiyana
    4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen
    5. Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, Riswinandi
    6. Ketua Dewan Audit Merangkap Anggota, Ahmad Hidayat
    7. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara.

Dengan susunan DK OJK yang sudah lengkap ini, OJK sudah menyiapkan beberapa program. Salah satu program yang diprioritaskan OJK yakni terkait dengan efisiensi yang dilakukan dari segala bidang, mulai dari operasional hingga efisiensi di Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan akan membawa OJK menjadi lebih efektif dalam bekerja dan efisien menggunakan anggaran sebagai bentuk akuntabilitas sehingga OJK mampu menghadapi tantangan perekonomiandan keinginan para pemangku kepentingan.

“OJK saat ini memasuki tahapan berikutnya dari periode yang telah diawali sejak 2013. Kami melihat tantangan kondisi perekonomian dan semakin tingginya ekspektasi stakeholders terhadap kinerja OJK lebih efektif dalambekerja dan efisien menggunakan anggaran sebagai bentuk akuntabilitas keuangan OJK,” kata WimbohSantosodalamjumpapers usai rapat pertama DewanKomisioner OJK di Gedung Radius Prawiro Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (20/7).

Namun yang menjadi sorotan dari susunan formasi kabinet  OJK tersebut, penempatan Riswinandi tidak sesuai dengan posisi awal ketika yang bersangkutan melamar. dalam rapat dewan komisioner perdana itu, yang paling lama adalah dalam menentukan posisi kepala eksekutif pengawas IKNB dan pasar modal.

“Bisa jadi ini karena DPR menggunakan sistem paket dan tidak sesuai dengan yang diusulkan panitia seleksi (sesuai lamaran para calon DK OJK),” tuturnya.

Terpilihnya Nurhaida sebagai wakil ketua, padahal awalnya yang bersangkutan menjalani uji kelayakan dan kepatutan untuk posisi kepala eksekutif pasar modal. Kepindahan Nurhaida dari posisi kepala eksekutif pasar modal akan digantikan Hoesen yang pernah menjabat sebagai Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia.

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

%d bloggers like this: