#
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

2021, OJK Berkantor Pusat di Gedung Indonesia Financial Center Kawasan SCBD
Sejak berdiri pada 2012, OJK bekerja kini pada tiga gedung terpisah --Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Wisma Mulia

EmitenNews.com – 2021 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan berkantor di Gedung Indonesia Financial Center, yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Kantor pusat itu rencananya berdiri di atas tanah Negara, di Lot 1 SCBD, Jakarta. OJK mendapatkan hak membangun gedung, fasilitas penunjang, serta sarana dan prasarana, setelah penandatanganan Nota Kesepahaman.

“Ini memberi semangat kita semua. Ada proses gedung dibangun untuk OJK dan sektor jasa keuangan, bersinergi dan memberikan kontribusi optimal pada Indonesia. Dengan adanya gedung ini akan mempermudah kami jalankan tugas dan koordinasi,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso, di Lot-1 kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta, Selasa (4/2/2019).

Hari itu berlangsung penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang Penggunaan Barang Milik Negara. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua OJK Wimboh Santoso.

“Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Namun bisa diperpanjang,” urai Wimboh.

Kebutuhan penyediaan ruang kerja baru OJK yang selama ini berkantor pada tiga tempat, juga mempertimbangkan konsep high and best use dan ramah lingkungan sebagai platinum green building. Pembangunan tersebut sesuai standar Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia).

Informasi yang dikumpulkan Rabu (3/4/2019), menunjukkan sejak OJK berdiri pada 2012, memang belum memiliki gedung sendiri. Para pimpinan, dan 3 ribuan karyawan bekerja di tiga gedung terpisah –Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Wisma Mulia. Dengan target dua tahun pembangunan rampung, mereka akan dipindahkan ke IFC pada 2021, kantor pusat OJK.

OJK dan Kemenkeu akan membentuk tim bersama dan mengadakan probity audit pengadaan barang atau jasa secara bertahap. Tim bersama tersebut bertujuan menyusun regulasi, perizinan dan perencanaan gedung. Untuk itu, pemerintah akan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menkeu Sri Mulyani menilai pembangunan gedung tersebut dapat mendukung tugas OJK dalam bidang jasa keuangan. Secara simbolis, kata dia, nota kesepahaman itu, menjadi wahana memperkuat sinergi di antara KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan menunjang sektor keuangan.

Gedung Indonesia Financial Center tersebut akan dibangun di lokasi seluas 16,6 hektare di Lot-1 SCBD yang merupakan barang milik negara. Nantinya, dibangun dua menara, salah satunya untuk OJK, dan lainnya dipakai Kementerian Keuangan.

Biaya pembangunan dari hasil pemanfaatan efisiensi anggaran operasional OJK setiap tahun. OJK memiliki sumber pendanaan dari pungutan yang dibebankan terhadap pelaku industri jasa keuangan. Untuk biaya pemeliharaan ditanggung masing-masing pihak sesuai batasan tanggung jawabnya.

Menurut Wimboh, efektivitas operasional OJK tidak akan terganggu dengan adanya kewajiban pemenuhan pembiayaan gedung. Sebab, soal itu bakal disesuaikan kemampuan keuangan OJK. ***

 

 

Check Also

OJK dan Ajaib Bekerja Sama Berantas Hoaks Investasi Ilegal
Kementerian Komunikasi, dan Informatika mendeteksi sepanjang Agustus 2018-November 2019 ada 3.901 hoaks tersebar di kalangan masyarakat

EmitenNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Takjub Teknologi Indonesia (Ajaib), penyedia aplikasi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: