#
Ilustrasi Bank Indonesia. Kadin Indonesia menyebutkan terdapat empat hingga lima bank yang memiliki rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di bawah rata-rata. Rasio modal perusahaan di bawah 14 persen. (Dok. Okezone).

Aliran Modal Asing Diprediksi Semakin Deras Masuk Negara-negara Berkembang termasuk Indonesia
BI memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global bakal berlanjut dan direspons dengan pelonggaran kebijakan moneter negara-negara maju

EmitenNews.com – Aliran modal asing diprediksi akan semakin deras masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global bakal berlanjut dan direspons dengan pelonggaran kebijakan moneter negara-negara maju.

Seperti dikutip dari Antara, Sabtu (28/9/2019), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, mengatakan, dunia terlihat dengan kebijakan suku bunga yang probabilitas menurun. Negara-negara ’emerging market’ bisa kelimpahan modal asing.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi lima negara mesin penggerak perekonomian dunia melambat yaitu AS, Eropa, Jepang, China, dan India. BI meramal pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 hanya 3,2 persen dan meningkat terbatas jadi 3,3 persen pada 2020. Pertumbuhan ekonomi AS meningkat jadi 2,3 persen di 2019, kemudian tahun depan melambat jadi 2,0 persen.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia semakin terlihat dengan menurunnya volume dan nilai perdagangan dunia. Hal itu juga imbas perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak kunjung usai. Kondisi itu membuat negara maju mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter. Salah satunya, penurunan suku bunga acuan.

Misalnya, Bank Sentral Eropa, 19 September 2019, memangkas suku bunga penyimpanan dana perbankan (deposit facility/DF) sebesar 0,1 persen menjadi minus 0,5 persen agar dana banyak mengalir ke pasar.

Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) juga menurunkan suku bunga acuannya 0,25 persen ke 1,75 persen. Tiongkok juga melonggarkan kebijakan moneter dengan memangkas kewajiban bank untuk menempatkan dana cadangan (RRR) sehingga menambah likuiditas perbankan Negara Tembok Raksasa itu.

Onny mengingatkan likuiditas yang masuk negara-negara berkembang memiliki tingkat volatilitas tinggi. Artinya sewaktu-waktu juga dapat keluar, tergantung tingkat imbal hasil yang ditawarkan dan juga iklim investasi di negara tersebut. Untuk itu, BI akan menjaga agar imbal hasil aset keuangan domestik atau berdenominasi rupiah tetap menarik di tengah merebut limpahan likuiditas. ***

 

Check Also

Kementerian PUPR Longgarkan Beberapa Persyaratan Kepemilikan Rumah Subsidi
Lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT, uang muka kepemilikan rumah bersubsidi bagi MBR kini jadi 1 persen dari 5 persen

EmitenNews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melonggarkan persyaratan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis …

One comment

  1. Hi
    My name is Jenny.
    I trying to find job in model or cinema business.

    If you have any offers for me, please contact me

    dating my daughter rules shirt
    dating sites for teens 13-14
    senior dating sites over 50
    dating life meaning in urdu
    dating apps for 40 to 50 year olds
    bumble dating app download
    dating simulator online
    online dating tips first message
    asiandating.com login
    dating sites for kids 10-14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: