#

ATVSI Menyatakan Keberatan Dengan RUU Penyiaran

EmitenNews – Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) keberatan dengan Rancangan Undang Undang (RUU) Penyiaran yang akan disahkan DPR pada akhir masa sidang DPR. Demikian disampaikan kata Ketua ATVSI Ishadi SK dalam acara Bincang-bincang di Hook Resto, Jakarta, Rabu (7/6).

ATVSI memprotes keras konsep single max operator dan penetapan LPP Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) sebagai satu-satunya penyelenggara Penyiaran multipleksing digital. “Iya, di era Demokratis penyiaran, penerapan konsep single max berpotensi menciptakan praktek monopoli yang diharamkan UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” tuturnya.

Menurutnya, penguasaan atas faktor produksi seperti frekuensi siaran atau slot kanal dan infrastruktur oleh single max operator dalam hal in RTRI menunjukan bahwa ada posisi dominant atau otoritas tunggal oleh pemerintah.

“Yang pasti ini bisa berpotensi disalahgunakan untuk membatasi pasar industri penyiaran,” tandasnya. Apalagi, ada penguasaan yang mengarah pada pembatasan ini dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak Sehat.

Lihat saja dengan penetapan RTRI sebagai penyelenggara tunggal multipleksing juga berpotensi melanggar UU Anti Monopoli dan tidak ada jaminan terselenggaranya standar layanan penyiaran digital yang baik dan kompetitif dan tentunya jaminan kebebasan.

Ishadi berharap RUU Penyiaran harus mempertimbangkan kondisi industri televisi eksisting dan sekaligus dapat mengantisipasi perkembangan tehnologi dan dapat memenuhi keinginan masyarakat akan kebutuhan konten penyiaran yang baik dan berkualitas.

Digitalisasi penyiaran merupakan keniscayaan dan sudah menjadi tuntutan global, khususnya dalam memenuhi ekspektasi pemirsa untuk mendapatkan akses terhadap berbagai konten dan layanan anywhere, anytime dan with any device setiap harinya.

“Yang pasti, agar proses migrasi ini dapat berjalan sukses maka penyusunan RUU Penyiaran harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku industri penyiaran tidak terkecuali,”imbuhnya

Check Also

Dapat Restu, Private Placement 10 Persen Saham PT Surya Esa Perkasa (ESSA) Diambil Garibaldi Thohir DKK

EmitenNews.com- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)  pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: