#
Bank Artos Target Aset capai Rp1,1 Triliun di 2019.

Bank Artos Target Total Aset Rp1,1 Triliun di 2019

EmitenNews – Ditengah ketatnya penyaluran kredit di industri perbankan serta belum pulihnya kondisi perekonomian. PT Bank Artos Indonesia Tbk justru mampu menunjukkan kinerja gemilang dengan merealisasikan kredit baru sebesar Rp.173,24 Miliar. Bahkan Perseroan menargetkan Total Aset mencapai Rp.1,1 Triliun di 2019.

Direktur Utama PT Bank Artos Tbk Reinantha Yaputra dala canm Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyebutkan ditengah perlambatan perekonomian berdampak terhadap industri perbankan, namun kondisi tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi emiten berkode ARTO ini untuk menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat.

“Ditengah tingginya tingkat persaingan industri perbankan dan masih belum pulihnya kondisi perekonomian nasional sepanjang tahun 2016, Perseroan mampu merealisasikan kredit baru sebesar Rp. 173,24 Milyar dan mencatatkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya,” papar Reinantha Yaputra, Direktur Utama PT Bank Artos Tbk di Hotel Gramd Mercure, Jakarta (15/6/2017).

Lebih jauh Reinantha Yaputra menjelaskan bahwa sisi permodalan Perseroan juga semakin kuat setelah dilakukannya IPO. “CAR Perseroan pada akhir tahun 2016 mencapai sebesar 22,87% atau meningkat sebesar 19,36% jika dibandingkan tahun 2015 sebesar 19.16%. Pencapaian CAR ini masih jauh diatas minimum ketentuan regulator atau dengan kata lain Perseroan masih memiliki ruang yang cukup besar untuk bertumbuh“ tambah Reinantha Yaputra.

Status Perseroan sebagai Perusahaan Terbuka juga semakin meningkatkan keyakinan nasabah untuk bermitra dan bertransaksi dengan Perseroan. “Dengan menjadi perusahaan terbuka, Manajemen meyakini bahwa kepercayaan dari relasi dan nasabah akan semakin meningkat seiring dengan tuntutan aspek keterbukaan dan pengawasan yang semakin tinggi “ jelas Deddy Triyana selalu Corporate Secretary Perseroan.

Per Desember 2016 Bank Artos mencatatkan total aset sebesar Rp. 774,8 miliar, penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp. 590,3 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp. 476,6 miliar. Di sisi lain Perseroan juga mencatatkan peningkatan permodalan yang berasal dari kebijakan revaluasi aktiva tetap yang menghasilkan tambahan ekuitas sebesar Rp. 48,3 Milyar.

Rasio-rasio keuangan Bank juga terjaga baik pada tingkat yang sehat dengan CAR 22,87%, NIM 5,48%, LDR 80,74% dan NPL 4,08%. Dalam kurun waktu tiga tahun kedepan Perseroan mentargetkan pertumbuhan total aset, dana pihak ketiga dan penyaluran kredit rata-rata sebesar 20% setiap tahunnya.

Pada Public Expose yang dilaksanakan pada hari yang sama, Manajemen Perseroan memaparkan target Perseroan untuk tiga tahun kedepan, dimana pada tahun 2019 Perseroan mentargetkan untuk mencapai total aset sebesar Rp. 1,1 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp. 935 miliar dan penyaluran kredit sebesar Rp.817 miliar dengan target perolehan laba bersih sebesar Rp. 16 miliar.

Manejemen Perseroan pada acara Public Expose menjelaskan bahwa strategi bisnis Perseroan​ akan berfokus pada pertumbuhan dana berimbang yang disertai dengan akselerasi pertumbuhan kredit melalui pemilihan sektor pembiayaan yang tepat, dengan tujuan untuk memaksimalkan rentabilitas Perseroan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung strategi tersebut adalah dengan melakukan inovasi produk dan program pemasaran yang mampu bersaing dengan situasi industri perbankan saat ini. “Kami akan menambah tenaga pemasaran kami baik disisi pendanaan maupun perkreditan, disertai dengan inovasi produk dan program pemasaran seperti top-up program, referral program dan cross-selling program,” papar Deddy Triyana selaku Corporate Secretary Perseroan. “Sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik, kami juga telah melakukan pergantian Core Banking System (CBS) ke CBS Wincore yang telah efektif dioperasikan sejak tanggal 10 Oktober 2016,” tambahnya.

Bank Artos didirikan 24 tahun yang lalu pada tanggal 12 Desember 1992 di Bandung. Selama 24 tahun kiprahnya dalam industri perbankan nasional, Bank Artos secara konsisten mengedepankan misi untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor industri kecil dan menengah. Bank Artos senantiasa mengedepankan tiga pilar utama dalam pengelolaan bank yaitu: Tata Kelola Perusahaan yang baik, penerapan Manajemen Risiko sebagai budaya organisasi serta Kepatuhan (Compliance) terhadap aturan-aturan yang ditetapkan oleh pihak otoritas pengawas, yang pada akhirnya bermuara pada pengelolaan Bank sesuai prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan “ARTO” tersebut mendapatkan respons positif dari pasar, yang terindikasi dari apresiasi harga saham sebesar 21,21% dari harga IPO sebesar Rp. 132,- per lembar saham menjadi Rp. 160,- per lembar saham di akhir tahun 2016.

Check Also

IHSG Naik 0,41 Persen Meski Net Sell Rp1 Triliun. Saham BBCA dan HMSP Yang Terbesar Dijual Asing Pada Perdagangan Jumat (27/11)

EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga penutupan perdagangan saham Jumat (27/11) …

%d bloggers like this: