#

Bank BNI Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun Bertenor 5 Tahun

EmitenNews – Bank Negara Indonesia (BBNI) menerbitkan obligasi senilai maksimal Rp 3 triliun bertenor 5 tahun. Demikian disampaikan Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Panji Irawan, di Jakarta, Rabu (7/6).

Menurutnya, Obligasi itu dibanderol kupon 7,7-8,2 persen. Berdasar data penilai harga efek Indonesia (IBPA), imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) bertenor 5 tahun, berada di kisaran 6,76 persen. Seluruh dana hasil obligasi akan dipakai untuk ekpansi kredit dalam pengembangan bisnis.

Penerbitan surat utang itu dilakukan sebagai diversifikasi sumber pendanaan. Juga merupakan tahap pertama dari rencana penerbitan obligasi berkelanjutan I BNI Tahun 2017 sejumlah Rp 10 triliun.
Tahun ini, perusahaan mematok ekspansi kredit di kisaran 15-17 persen dibanding realisasi tahun lalu, Rp 393,28 triliun. Kalau terdapat dana belum direalisasikan, akan ditempakan dalam instrumen keuangan aman, likuid dan, menguntungkan. Saat ini, moment tepat untuk menerbitkan obligasi. Pasalnya, pemulihan perekonomian global diprediksi lebih cepat dibanding tahun lalu.

Dikatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) tahun ini memproyeksikan ekonomi dunia secara berurutan akan tumbuh 3,5 persen dan 3,6 persen tahun depan. Di samping itu, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) juga menyematkan predikat layak investasi pada Indonesia. ”Itu berdampak positif dan diharap menjadi stimulus capital inflow pasar obligasi.

Untuk tahun ini perusahaan tetap akan mengutamakan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan komposisi sehat dan berkelanjutan (sustain), terutama melalui dana murah (CASA) dalam memenuhi kebutuhan pendanaan. Pertumbuhan DPK diproyeksi berada di atas 17 persen dibanding tahun lalu Rp 435, 55 triliun. Pendanaan di luar DPK akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi likuiditas, pasar, dan waktu tepat.

Bank BUMN ini tahun ini telah menerbitkan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) senilai Rp 2,7 triliun sebagai bentuk pendanaan nonkonvensional. Perseroan juga berencana melakukan pendanaan bilateral senilai USD 500 juta pada paruh kedua tahun ini.

Ditambahkanjuga bahwa perusahaan juga tengah mengkaji penerbitan obligasi global dengan denominasi rupiah sebagai bentuk diversifikasi pendanaan dari denominasi valas. Hanya, nilai penerbitan obligasi global dalam denominasi rupiah belum bisa ditentukan karena tengah dikaji.

Check Also

Menteri Keuangan Ingatkan para Youtuber agar Taat Bayar Pajak

EmitenNews.com – Para Youtuber taatlah dalam membayar pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: