#
Gedung Bank Indonesia. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2020 sebesar USD135,1 miliar. Terjadi peningkatan dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2020, yang tercatat USD131,7 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,0 bulan impor atau 8,6 bulan impor. (Dok. IndonesiaSatu.co).

Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan, Kini jadi 4 Persen
"Keputusan ini berdasarkan assesment ekonomi global, nasional, dan perkembangan di moneter dan keuangan," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

EmitenNews.com – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020 kembali memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,00 persen. Rapat yang diambil berdasarkan assesment ekonomi global, dan nasional itu,juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen.

“Keputusan ini berdasarkan assesment ekonomi global, nasional, dan perkembangan di moneter dan keuangan,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi virtual, Kamis (16/7/2020).

Menurut Perry, keputusan tersebut konsisten sesuai inflasi yang tetap rendah serta stabilitas eksternal yang terjaga. Kebijakan itu pun diambil sebagai langkah lanjutan mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid 19.

“Keputusan itu juga bagian penguatan bauran kebijakan nasional untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan stabilitas nilai tukar,” ujar Perry Warjiyo.

Hal itu sesuai kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar akan terus dilanjutkan, di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Selain itu, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau Covid-19, Bank Indonesia lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah.

Bank Indonesia berkomitmen melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur, baik sesuai mekanisme pasar maupun secara langsung sebagai bagian dari upaya untuk biaya kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral K/L dan Pemerintah Daerah guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bank Indonesia juga berbagi beban dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan UMKM dan korporasi.

Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi langkah-langkah kebijakan dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, termasuk penyediaan pendanaan bagi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui mekanisme repo dan/atau pembelian SBN yang dimiliki LPS sesuai Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2020.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi melalui kolaborasi antara bank dan fintech untuk melebarkan akses UMKM dan masyarakat kepada layanan ekonomi dan keuangan. ***

 

Check Also

Waduh Penambahan Kasus Covid-19 di Indonesia Rabu Ini Kembali di Atas 4 Ribuan Orang
Hari ini ada penambahan 4.267 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 373.109 orang

EmitenNews.com – Waduh, penambahan kasus positif virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19), di Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: