#

Bank Oke Indonesia (DNAR) Siap Rights Issue 2,686 miliar saham. Ini Jadwal Pelaksanaannya

EmitenNews.com- PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi penyertaaan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu sehubungan dengan rencana aksi korporasinya di Pasar Modal dalam waktu dekat.

“Kami telah mendapat surat dari OJK Nomor S-258/D.04/2020 tanggal 14 Oktober 2020 perihal pemberitahuan efektif pernyataan pendaftaran,”kata Direktur Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Bank Oke Indonesia (DNAR) Rights Issue Harga Rp186 Per Saham Rasio 13 : 4. Ini Jadwal Pelaksanaannya

Dengan demikian sebentar lagi Bank Oke bakal melangsungkan aksi korporasinya melalui penawaran umum terbatas II dengan HMETD atau biasa disebut dengan Rights Issue.

Dalam prospektur ringkasnya, Bank Oke Indonesia menyebutkan bahwa pihaknya berencana melepas sebanyak – banyaknya 2,686 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp186 per saham. Dengan demikian diperkirakan Bank Oke Indonesia akan memperoleh dana sekitar Rp499,67 miliar dari Rights Issue itu.

Namun demikian yang patut dicermati oleh investor adalah rasio dilusi dari aksi korporasi ini yaitu, setiap pemegang saham yang memiliki 13 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 26 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB mempunyai 4 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp186 setiap saham yang harus dibayarkan penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Rencananya, perseroan akan menggunakan dana hasil pelaksanaan aksi korporasi ini untuk pengembangan usaha perseroan, yakni penyaluran kredit.

Dalam hajatannya ini, APRO Financial Co Ltd akan menjadi pembeli siaga yang akan membeli seluruh sisa saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp186 per saham jika tidak berhasil terserap seluruhnya.

Pasca mendapatkan restu dari OJK, Perseraon memperkirakan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan tunai masing-masing 22 Oktober dan 26 Oktober, distribusi HMETD 27 Oktober, pencatatan HMETD di BEI 2 November, perdagangan HMETD 2-6 November.

Kemudian, penjatahan pemesanan saham tambahan 11 November, penyerahan hasil pemesanan saham tambahan 12 November, pengembangan kelebihan uang pemesanan saham tambahan dan pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 13 November.

Check Also

Satgas Covid-19 Mencatat Pasien Sembuh di Indonesia Kamis Ini Hampir 4 Ribu Orang
Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan tak ada tambahan kasus infeksi virus corona; Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara

EmitenNews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien positif di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: