#

Bank Tabungan Negara (BBTN) Bisa Semakin Maju, Asalkan….

EmitenNews.com – Mendapat kepercayaan tentu sangat mengasyikkan. Seperti yang diterima PT Bank Tabungan Negara (Pesero) Tbk (Bank BTN) dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mandat apakah itu?

Kementerian BUMN berharap Bank BTN pada tahun 2021 dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi yang akan mulai terakselerasi pada triwulan III 2021, meskipun ekonomi baru akan benar-benar pulih pada tahun 2022.

Wamen II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengakui modal Bank BTN cukup kuat untuk bertahan dan survive di sektor pembiayaan properti tanpa perlu berubah menjadi bank yang universal. Hasil kajian menyebutkan Bank BTN bisa tumbuh dan besar serta menjadi bank yang terus sehat dengan kapitalisasi pasar yang besar. Kekuatan Bank BTN pada pembiayaan properti harus tetap diperluas pada ekosistem hipotek rantai nilai (value chain mortgage) dan berbasis pelanggan (customer based).

Melalui model ini Bank BTN bisa akan mendapatkan customer based yang stabil dan kemudian ekosistem dari developernya. Bisnis bank BTN yang berpusat pada bisnis pembiayaan perumahan dapat berjalan asalkan tekun menangkap aliran transaksi dalam ekosistem perumahan.

Juga lakukan transformasi cabang untuk menggalang dana murah CASA, Current Account and Saving Account. Jika kredit, dana murah dan transaksi jalan dipastikan BTN benar-benar dapat tumbuh berkembang sehat dengan profitabilitas yang semakin O.k.

Plt Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan tahun 2021 pihaknya terus memperkuat inovasi dan digitalisasi karena target yang dicanangkan menyesuaikan visi Bank BTN. Adapun target tersebut di antaranya kredit dapat tumbuh sekitar 8 persen, DPK dapat ditingkatkan sekira 10 persen sementara laba diharapkan dapat menembus sekitar Rp3 triliun dan rasio coverage bisa menyentuh sekitar 125%.

Upaya  peningkatkan low-cost funding sebesar dua kali lipat menjadi Rp 270 triliun dan mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi lebih dari enam juta masyarakat Indonesia dan membangun one stop shop financial solution untuk bisnis terkait perumahan. Selanjutnya BTN akan menjadi inovator digital dan home of Indonesia’s best talent  serta membangun portofolio kredit yang berkualitas tinggi dan menurunkan rasio kredit macet.

“Roadmap tersebut kami susun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor di antaranya pencapaian Bank BTN tahun 2020 dan faktor makro ekonomi diantaranya prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik dengan tingkat pertumbuhan 5,0%-5,5% dan proyek perumahan yang akan kembali berjalan serta adanya percepatan digital disruption serta stay@home lifestyle,” papar Nixon.

Sektor properti akan menjadi salah satu motor penggerak utama Pemulihan Ekonomi Nasional  dan Bank BTN mengapresiasi Pemerintah yang tetap berkomitmen mendorongnya dengan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan memberikan subsidi di sektor pembiayaan perumahan sebagai stimulus. Semoga ini juga akan mendorong kebijakan stimulus lanjutan yang akan lebih berdampak pada sektor properti yang dampaknya akan diikuti oleh sekitar 172 industri turunannya tersebut.

Pencapaian Bank BTN di tahun 2020 merupakan prestasi yang diraih dengan kerja keras, menjadi fundamental penting dalam menentukan transformasi Bank BTN tahun 2021 ini.  Inovasi yang ditekankan adalah  menjadi inovator digital khususnya di sektor perumahan yang saat ini masih terus dibangun perseroan melalui aplikasi mobile banking Bank BTN, portal www.btnproperti.co.id dan www.rumahmurahbtn.co.id.

Yang pasti tahun 2021 menjadi tahun penuh harapan dan optimisme dalam proses pemulihan ekonomi, tidak hanya di Indonesia tapi juga secara global. Semua sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk sektor properti/perumahan. Untuk memacu sektor tersebut diperlukan dukungan seluruh stakeholders di antaranya adalah Pemerintah, Jasa Keuangan dan Perbankan dan juga sektor pendukung lain yang menjadi ekosistem di sektor ini.

Menyikapi itu, Bank BTN terus tancap gas untuk memastikan target-target terpenuhi, khususnya target kredit tersalur agar bermanfaat untuk rakyat banyak sekaligus mendukung program perumahan nasional yang ditetapkan pemerintah. Termasuk dalam hal ini tentu saja target laba bersih perseroan.

Di tengah pandemi, menurut Nixon dukungan pemerintah dioptimalkan dengan baik oleh Bank BTN, misalnya penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan dana subsidi perumahan. Pemerintah menempatkan dana di Bank BTN sebesar Rp 10 triliun. Hal itu guna mendorong sektor perbankan khususnya sektor perumahan. Hingga November 2020, Bank BTN telah berhasil merealisasikan Rp 25,6 triliun, hampir mencapai target yang sebesar Rp 30 triliun yang sebagian besar mengalir ke KPR.

Untuk mencapai target tersebut akan terus melakukan perbaikan business process kredit untuk semua segmen, dan mengembangkan sejumlah strategi diantaranya melakukan transformasi operasional cabang, mengembangkan KPR non subsidi, mengembangkan value chain diantaranya dengan mengembangkan kemitraan dengan para developer maupun mitra lainnya dalam lingkup ekosistem perumahan, mengembangkan partnership misalnya membentuk perusahaan modal ventura, membentk anak usaha baru untuk menangkap peluang meraih fee based income,  serta percepatan penyelesaian kredit macet.

Bank BTN terus bekerja cerdas, tak heran kalau Bank BUMN ini terus mendapat kepercayaan. Tahun 2021  ini Bank BTN kembali meraih kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)  senilai Rp 8,73 triliun.

Dana tersebut akan disalurkan perseroan melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi konvensional senilai Rp7,76 triliun dan KPR subsidi syariah senilai Rp 965 miliar. Rinciannya, dana Rp 8,73 triliun untuk pembiayaan 81.000 unit rumah subdidi pada tahun 2021.

Bank BTN akan terus mengoptimalkan pembiayaan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. FLPP memegang peranan dalam menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah Presiden Joko Widodo.

Bank BTN optimistis  tahun 2021 pertumbuhan KPR subsidi tetap positif. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor, di antaranya adanya stimulus kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang didorong pemerintah seperti subsidi bunga KPR dan penyaluran dana PEN tahun lalu yang akan dirasakan dampaknya tahun ini.  Optimistis ini diharapkan bisa menjaga pertumbuhan KPR subsidi di kisaran 4-6 persen.

Menjangkau itu, Bank BTN menyediakan bantuan uang muka hingga Rp 40 juta untuk memiliki rumah yang disebut KPR bersubsidi dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan minimal Rp 6 juta.

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kini dapat memiliki rumah. Detil harganya bergantung pada zona lokasi. Untuk harga rumah tapak mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 219 juta, rumah susun mulai Rp 288 juta hingga Rp 385 juta, rumah yang dibangun secara swadaya berkisar Rp 120 juta hingga Rp 155 juta.

Ehm,… Bank BTN kedepan dipastikan akan semakin maju asalkan terus menjaga kepercayaan Kementerian PUPR. Bank BTN akan semakin melesat tanpa harus menjadi bank universal, Bank BTN akan semakin maju disegani asalkan mau memperluas ekosistem berbasis pelanggan, Bank BTN akan semakin meroket asalkan terus melakukan transformasi cabang untuk menggalang dana murah, Bank BTN kedepan dipastikan akan semakin maju asalkan terus memperkuat inovasi dan digitalisasi.

Frans S. Pong, Jurnalis, EmitenNews.com

 

 

 

Check Also

Sah, Telkomsel – Mitratel Rampungkan Bisnis Senilai Rp10,3 Triliun
PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) secara resmi menyepakati pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel)

EmitenNews.com – Rampung sudah pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kepada PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: