#
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. (Dok. DW).

Basi, Itu Respon Menteri Susi atas Kritik Menko Kemaritiman soal Pelarangan Cantrang
Menteri LBP: Pelarangan pemakaian cantrang harus diikuti dengan solusi. Jika tak boleh cantrang, lalu nelayan pakai apa

EmitenNews.com – “Basi. Basi, Basi.” Itu respon Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat diminta wartawan menanggapi kritikan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan soal pelarangan cantrang. Komentar Menko LBP itu, dinilai sudah tidak baru lagi, dan ia enggan menanggapinya.

“Basi,” kata Susi saat ditemui wartawan seusai menjadi pembicara kunci dalam talkshow bertajuk Semangat Memperkuat Budaya Maritim untuk Bela Negara Generasi Milenial di Universitas Sahid, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Setelah itu, Menteri Susi melenggang menuju mobil dinasnya, RI 40 yang terparkir di halaman kampus. Susi kembali mengucapkan kata yang sama dua kali. “Basi, basi,” ujarnya sembari bergeser duduk di jok bagian tengah dan tanpa menoleh lagi ke wartawan yang terus meminta komentarnya.

Seperti diketahui Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kembali menyinggung soal pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kata LBP, persoalan cantrang seharusnya bisa dicarikan solusinya, bukan sebatas dilarang oleh pemerintah.

“Jangan hanya dilarang-larang tapi tak ada solusi. Solusinya apa? Kalau tidak boleh pakai cantrang, cantrang yang mana?” kata Luhut dalam acara peluncuran Program 1 Juta Nelayan Berdaulat, di Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Pada acara Coffee Morning di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman,  Luhut juga menyinggung mengenai cantrang. Menurut mantan Kepala Staf Kepresidenan itu, ada banyak jenis cantrang. Mulai yang bisa sampai ke dasar laut, sehingga merusak koral. Ada pula yang digunakan dengan ketat sehingga bisa menyeret sejenis ikan saja.

Luhut juga sempat menyatakan, pemerintah tengah mengkaji potensi pemanfaatan cantrang tanpa berdampak buruk terhadap lingkungan dalam kegiatan penangkapan ikan. Masalah itu disampaikannya dalam diskusi saat menerima perwakilan nelayan dari Lamongan, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Maslakul Hida di Lamongan. Dalam diskusi ini, nelayan meminta agar diperbolehkan mencari ikan menggunakan cantrang.

“Sedang kita evaluasi semua. Cantrang tidak harus mati, tapi jangan sampai merusak lingkungan,” kata Menteri Luhut, Minggu (31/3/2019).

Tetapi, Menteri Susi kekeuh dengan pendiriannya. Pemilik SusiAir itu, melarang penggunaan cantrang karena tidak ramah lingkungan. Dalam berbagai kesempatan, ia menyebutkan, penangkapan ikan menggunakan cantrang tak hanya menjaring ikan-ikan yang layak tangkap dari laut, tetapi juga ikan-ikan lain yang tidak dimanfaatkan dan kembali dibuang ke laut.

“Sayang, setiap kali nangkap, kapal 70 GT, 100 GT, ikan yang dibuang minimal 1 kuintal, 5 kuintal, kadang sampai 1 ton,” ujarnya.

Dalam pidato di depan peserta talkshow, Susi menyebut Kementeriannya tegas melarang penangkapan ikan secara ilegal, termasuk cantrang. Dasarnya, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Peraturan ini efektif pada 2017 setelah 2 tahun ditangguhkan lantaran adanya temuan Ombudsman dan permintaan nelayan.

Susi juga tegas dengan keputusannya menenggelamkan kapal pencuri ikan, termasuk yang berbendara asing. Sampai saat ini, telah ada 488 kapal ditenggelamkan karena tertangkap mencuri ikan di wilayah perairan Nusantara. Karena ketegasan, yang menurutnya sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo itu, produksi ikan melimpah.

Menurut Susi, akibat pengetatan terhadap penangkapan ikan, Indonesia telah mencatatkan kemajuan di bidang maritim. Neraca perdagangan Tanah Air menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Jumlah stok sumber daya ikan juga meningkat drastis, dari 6,52 juta ton pada 2011 menjadi 12,54 juta ton tahun 2016. Sedangkan pada 2017 telah di atas 13 juta ton.

Seperti diketahui, Cantrang adalah alat penangkapan ikan bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan. Cantrang dioperasikan dengan menebar tali selambar secara melingkar, dilanjutkan dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian kedua ujung tali selambar dipertemukan. Ikan-ikan lalu masuk jaring. ***

 

Check Also

Menjelaskan Masalah Defisit BPJS Kesehatan, Menteri Keuangan tidak Mampu Tahan Amarah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta internal BPJS Kesehatan giat menagih iuran kepada peserta, khususnya yang tercatat masih menunggak

EmitenNews.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kehilangan kesabaran. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *