#
Beredar laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya yang menyebutkan PT Hanson International Tbk (MYRX), tidak terkait skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Perseroan dilaporkan sudah melunasi semua sangkutannya dengan BUMN asuransi tersebut. (Dok DI's Way).

Beredar Laporan Keuangan Jiwasraya yang Klaim Utang Cucu Pendiri Batik Keris Lunas
Sebagai perusahaan terbuka yang telah terdaftar pada Sistem Pendaftaran Efek secara Elektronik (SPEK) Hanson dapat menawarkan atau menerbitkan MTN

EmitenNews.com – PT Hanson International Tbk (MYRX), tidak terkait skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Perseroan dilaporkan sudah melunasi semua sangkutannya dengan BUMN asuransi tersebut. Lalu mengapa Benny Tjokrosaputro alias Bentjok sampai ditahan dalam pengusutan kasus korupsi Jiwasraya? Cucu pendiri Batik Keris itu salah satu dari lima tersangka kasus Jiwasraya yang ditahan penyidik Kejaksaan Agung.

Itulah yang mengemuka dari audit laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang ramai di media sosial. Berkas berbentuk pdf berupa Laporan Keuangan Asuransi Jiwasraya per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2016 itu, pertama kali diunggah akun twitter @veracantikbo, Rabu (22/1/2020).

Pada laporan yang dikeluarkan Juni 2018 itu, tertera nama direksi Jiwasraya berinisial MZ dan IW. Dalam kolom aset tertera Surat Hutang Jangka Menengah atau dikenal dengan istilah Medium Term Note (MTN) PT Hanson International Tbk pada tahun 2016 kosong atau sudah lunas.

“MTN Hanson Sudah Lunas 2016,” tulis akun tersebut dalam captionnya.

Veracantikbo juga menulis fakta di balik isu PT Hanson yang bergerak di bidang Industri, Perdagangan Umum, Jasa dan Pembangunan itu, dengan kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Dijelaskan PT Hanson adalah perusahaan terbuka (publik) yang melakukan jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagai perusahaan terbuka yang telah terdaftar pada Sistem Pendaftaran Efek secara Elektronik (SPEK)  –dilaksanakan dan dikelola oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia– Hanson dapat menawarkan atau menerbitkan MTN.

Atas dasar itu, tahun 2015 Hanson melakukan penawaran dan penjualan MTN secara terbatas kepada PT RBS dan PT PIK sebagai agen fasilitas.

Jumlah MTN yang diterbitkan sebagai kelanjutan dari penawaran tersebut Rp680 miliar dengan nominal setiap warkat MTN Rp20 miliar. Dari total Rp680 miliar, Rp340 miliar diterbitkan melalui PT RBS dan Rp340 miliar melalui PT PIK. Kedua PT tersebut menjual MTN Hanson kepada PT Asuransi Jiwasraya secara keseluruhan atau Rp680 miliar.

Tahun 2016 dan 2017, Hanson sebagai Penerbit atau pemilik MTN telah melunasi seluruh utang dari penerbitan MTN beserta keseluruhan bunga yang mengikuti pada MTN tersebut. Dari jangka waktu tiga tahun berlakunya MTN, sejak tanggal penerbitan 22 Desember 2015 sampai jatuh tempo 23 Desember 2018, Hanson telah melunasinya jauh sebelum waktu jatuh tempo.

Berdasarkan fakta-fakta itulah pihak Hanson mengklaim tidak ada pelanggaran hukum yang mereka lakukan. Baik secara pidana maupun perdata berkaitan dengan penerbitan dan pelunasan MTN Hanson. Tidak terdapat satupun alasan dan ketentuan hukum yang dilanggar maupun diabaikan Hanson, baik disengaja atau tidak.

Semua prosedur, tatacara dan ketentuan-ketentuan dalam penerbitan MTN dan pelunasannya telah dipenuhi dan dilaksanakan. Pertanyaannya, kenapa PT Hanson International Tbk yang dibidik dan Benny Tjokro kini tetap ditahan?

Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya menunjukkan, investasi Jiwasraya terhadap surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai Rp680 miliar yang dirilis Hanson International berisiko gagal bayar. Benny Tjokrosaputro menyatakan surat utang MYRX yang dipegang Jiwasraya sudah lunas beberapa tahun lalu. Karena itu, Bentjok mengklaim tidak terkait skandal di Jiwasraya.

Sebelumnya, kuasa hukum Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Muchtar Arifin, menjelaskan kliennya tidak terkait dengan kerugian Jiwasraya hingga menyebabkan gagal bayar. Ia menerangkan, nama Benny terseret karena sempat menjual surat utang jangka menengah yang dibeli oleh Jiwasraya.

“Pak Benny pernah melakukan pinjaman yang MTN (surat utang jangka menengah) tahun 2015 senilai Rp608 milliar dan sudah selesai tepat waktunya pada tahun 2016,” ujar Muchtar Arifin. ***

 

Check Also

Jaminkan 50 Persen Aset, PT KMI Wire and Cable (KBLI) Pinjam ke Bank Mandiri (BMRI) Rp1,3 Triliun

EmitenNews.com – PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) menyatakan telah mandatangani perpanjangan, penambahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: