#
Presiden Joko Widodo diapit Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Senin (30/9/2019). (Dok. JPNN.com).

Bertemu Presiden Jokowi, Presiden KSPI Said Iqbal Usul Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea Jadi Menaker
Presiden Joko Widodo mengatakan telah menerima banyak usulan nama untuk menempati posisi menteri, termasuk untuk Menteri Ketenagakerjaan

EmitenNews.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea diusulkan jadi Menteri Tenaga Kerja Kabinet 2019-2024. Nama anak mendiang mantan Menakertrans Jacob Nuwa Wea itu, diusulkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat bertemu Presiden Joko Widodo.

“Kami mengusulkan sebaiknya Menteri Tenaga Kerja dari serikat buruh. Usul, kan ada Andi Gani, kan usulan,” kata Said Iqbal, saat bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).

Menanggapi Said Iqbal, Presiden Jokowi mengatakan telah menerima banyak usulan nama untuk menempati posisi menteri, termasuk untuk Menteri Ketenagakerjaan. Presiden terpilih 2019-2024 itu menilai usulan Menteri Ketenagakerjaan dari serikat buruh cukup baik. “Usulan dari serikat juga baik. Saya kira semuanya kita tampung sebagai sebuah usulan yang baik

Sebelumnya, Jokowi menerima kedatangan Said Iqbal dan Andi Gani Nena Wea. Mereka mendiskusikan masalah membangun iklim investasi dan ketenagakerjaan. Presiden mengaku berdiskusi lama dengan tokoh organisasi buruh di Tanah Air itu.

“Kami membicarakan bagaimana membangun iklim investasi yang baik dan juga berkaitan dengan ketenagakerjaan. Dua itu. Iklim investasi dan ketenagakerjaan,” kata Jokowi.

Yang paling penting, menurut Andi Gani Nena Wea, ia dan Said Iqbal mendukung penuh Jokowi. Karena itu, Komisaris Utama/Independen PT PP (Persero) Tbk itu, mengingatkan agar tak ada pihak yang mengganggu kepemimpinan Jokowi dengan cara-cara inkonstitusional. “Yang penting, kami sebagai presiden dua konfederasi buruh terbesar, kami menegaskan dukungan penuh kepada Pak Jokowi.”

Andi Gani menyatakan sikap, menegaskan dukungan kepada Presiden Jokowi. Pria kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1975 itu, menyatakan, jangan pernah ada kegiatan inkonstitusional. Apalagi yang ingin menggagalkan pelantikan presiden. Bersama Said, ia ingin pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, 20 Oktober 2019, kemudian akan menjadi pemerintahan yang sah, bisa menjalankan semua amanat rakyat.

Sementara itu, Said Iqbal menyatakan, menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang merugikan buruh serta menagih janji Jokowi yang ingin merevisi PP Pengupahan. Selain itu, Said meminta pemerintah tak menaikkan iuran BPJS Kesehatan kelas III. “Kami mengusulkan dan menyarankan kepada beliau untuk dipertimbangkan agar iuran BPJS Kesehatan kelas III tidak dinaikkan.” ***

 

Check Also

Kebutuhan Anggaran Untuk Membangun Sarana Perkeretaapian di Ibu Kota Baru Rp209 Triliun
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono: Dana sebesar itu untuk membangun stasiun, KA subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik

EmitenNews.com – Kebutuhan anggaran untuk pembangunan sarana transportasi di ibu kota baru lumayan besar. Untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: