#
Hampir 200 tenaga kesehatan di Jawa Barat terpapar Covid-19 dalam empat bulan terakhir, lima orang di antaranya meninggal dunia. Mayoritas tenaga kesehatan yang terpapar berada di wilayah episentrum Jabar. (Dok. VIVAnews).

Besar Betul Pengorbanan Tenaga Kesehatan, di Jabar Hampir 200 Orang Terpapar Covid-19
Berdasarkan data ada 191 tenaga kesehatan di Jawa Barat terinfeksi virus Corona pada periode 2 Maret hingga 25 Juni 2020. Terbanyak di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi

EmitenNews.com – Besar betul pengorbanan dokter dan paramedis dalam penanggulangan wabah virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19. Lihat saja. Hampir 200 tenaga kesehatan di Jawa Barat terpapar Covid-19 dalam empat bulan terakhir, lima orang di antaranya meninggal dunia. Mayoritas tenaga kesehatan yang terpapar berada di wilayah episentrum Jabar.

Dalam keterangannya kepada pers, yang dikutip Sabtu (27/6/2020), Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Hamdani mengatakan, berdasarkan data ada 191 tenaga kesehatan di Jabar terinfeksi virus Corona pada periode 2 Maret hingga 25 Juni 2020. Terbanyak di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi. Total tenaga kesehatan meninggal terinfeksi Covid-19 ada 5 orang.

Data yang sama menunjukkan, tenaga kesehatan positif terinfeksi virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China tersebut, terdapat 1.076 tenaga kesehatan lain berstatus orang dalam pengawasan (ODP), 188 orang di antaranya berstatus pasien dalam pemantauan (PDP). Mayoritas berada di Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Bogor.

Mengenai insentif untuk keluarga tenaga kesehatan yang meninggal dunia, Berli menjelaskan, masih dalam pembahasan. Perlu pertimbangan mendalam, salah satunya, tenaga kesehatan yang meninggal itu bukan dikarenakan merawat pasien terinfeksi virus Corona. “Almarhum atau almarhumah meninggal terinfeksi Covid karena aktivitas keseharian di luar layanan.”

Yang bisa dipastikan, menurut Berli, tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena merawat pasien Covid akan menerima uang santunan Rp300 juta. Jadi, kata dia, bukan insentif tapi santunan kematian bagi nakes yang meninggal akibat merawat pasien Covid-19. “Besarannya Rp300 juta.” ***

 

Check Also

Setelah Kantongi EUA, Penyuntikan Vaksin Covid-19 Siap Dilaksanakan Awal 2021
Bio Farma: pengembangan bersama Sinovac dan transfer teknologi terus dilakukan, setelah Emergency Use Authorization (EUA) oleh BPOM awal Januari 2021 vaksinasi massal dilakukan

EmitenNews.com – Proses penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan awal Januari 2021. Vaksinasi dijalani setelah vaksin mengantongi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: