#
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Meski meningkat, dipastikan struktur Utang Luar Negeri Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Agustus 2020 sebesar 38,5 persen. (Dok Jarrak.id).

BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Akhir Agustus Ini Meningkat
Perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang mendukung Indonesia menangani pandemi COVID-19 dan Program PEN

EmitenNews.com – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat. Akhir Agustus 2020 tercatat USD413,4 miliar atau sekitar Rp6.076,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.700), terdiri dari sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) USD203,0 miliar dan sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD210,4 miliar.

Dalam laporan Bank Indonesia, seperti dikutip Kamis (15/10/2020), Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, mengungkapkan, pertumbuhan ULN Indonesia pada Agustus 2020 tercatat 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,2% (yoy).

Itu disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN Pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi Rupiah.

ULN Pemerintah pada Agustus 2020 tumbuh meningkat. Posisi ULN Pemerintah pada akhir Agustus 2020 tercatat USD200,1 miliar atau tumbuh 3,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2020 sebesar 2,3 persen (yoy).

Onny Widjanarko mengungkapkan, perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang mendukung Indonesia untuk menangani pandemi COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7% dari total ULN Pemerintah). Sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,5%), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,6%).

ULN swasta pada Agustus 2020 juga mengalami peningkatan. Agustus 2020 tercatat 7,9% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 6,2% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan ULN lembaga keuangan (LK) masing-masing sebesar 10,3% (yoy) dan 0,4% (yoy).

Sebagian besar penarikan ULN swasta pada Agustus 2020 digunakan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan. Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,5% dari total ULN swasta, sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara dingin (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Meski begitu dipastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Agustus 2020 sebesar 38,5 persen. Relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,2 persen.

Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,0 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ***

Check Also

Pemerintah Sudah Salurkan BLT Subsidi Gaji Tahap IV Kepada 2,65 Juta Pekerja
Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan layanan pengaduan terkait penyaluran bantuan subsidi upah/gaji melalui laman https://bantuan.kemnaker.go.id.

EmitenNews.com – Pemerintah sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) berupa subsidi gaji tahap IV kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: