#
Ilustrasi Para pegawai negeri sipil mengikuti upacara. (Dok. Meikarta Raya).

BKN Buka Penerimaan CPNS Setelah Presiden-Wapres 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin Dilantik
Kuota calon Aparatur Sipil Negara untuk 2019 sebanyak 100 ribu orang, dan pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja 75 ribu orang

EmitenNews.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah presiden dan wakil presiden 2019-2024, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dikukuhkan. Rencananya mereka dilantik 20 Oktober 2019. Penerimaan Aparat Sipil Negara (ASN) dengan kuota 100 ribu orang dibuka di atas tanggal 27 Oktober 2019.

Kepada pers, Rabu (21/8/2019), Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, pihaknya masih akan menganalisis formasi yang diusulkan apakah sesuai kebutuhan. BKN bakal mengkaji data yang diberikan pemerintah daerah (pemda) dan kementerian/lembaga (K/L). Data itu akan disesuaikan dengan jumlah anggaran dan gaji yang disiapkan pemerintah.

Masing-masing daerah, dan Kementerian/Lembaga mengajukan jumlah lowongan PNS yang akan dibuka. Tentu tidak semua bakal dipenuhi. Karena,  pemerintah akan membuka kuota penerimaan hanya 100 ribu PNS. Semua itu akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan gaji.

BKN akan memberikan dokumen resmi berisi kebutuhan formasi ASN atau PNS di daerah dan K/L lain kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) sepekan setelah Jokowi-Ma’ruf dilantik. Dokumen baru diberikan, menunggu kepastian siapa Menteri PAN-RB. Dokumen penting itu dikirim 27 Oktober 2019. Jadi, penerimaan PNS dibuka di atas 27 Oktober 2019.

Sementara itu, BKN masih menunggu data berisi formasi untuk membuka pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bima menyebut rekrutmen PPPK dibuka setelah pendaftaran CPNS. Jadi, penerimaan ASN terlebih dahulu.

Menteri PAN-RB Syafruddin menyatakan, untuk 2019, pemerintah membuka 75 ribu formasi. Jadi, ditambah lowongan calon PNS, seluruhnya berjumlah 175 ribu formasi. Pemerintah akan memprioritaskan lowongan formasi PPPK bagi guru dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan Indonesia kekurangan banyak guru dan dokter di seluruh wilayah. ***

 

Check Also

Presiden Sepakat Naikkan Tarif Cukai Rokok 23 Persen Tahun 2020
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati: Kenaikan tarif cukai membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat 35 persen

EmitenNews.com – Hampir pasti para perokok bakal menikmati harga rokok lebih mahal. Presiden Joko Widodo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *