#
Kementanbersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menemukan peredaran pestisida ilegal di wilayah itu. (Dok. Geruda News).

Brebes Diserang Pestisida Ilegal yang Dijual Door to Door di Lapangan
Penjualnya berani langsung ke lapangan menemui para petani dan menjual pupuk dengan iming-iming harga murah

EmitenNews.com – Kabupaten Brebes, Jawa Tengah diserang pestisida ilegal. Kurang ajarnya, para penjualnya berani terang-terangan langsung menemui masyarakat petani menawarkan dagangannya. Peredaran dilakukan door to door, termasuk mendatangi para petani saat beristirahat siang hari. Pihak Kementerian Pertanian sudah melakukan langkah preventif di lapangan.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Soehoed dalam rilis, yang diterima Selasa (2/4/2019), mengungkapkan, pihaknya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes menemukan adanya peredaran pestisida ilegal itu. Penjualnya berani langsung ke lapangan menemui para petani.

Para penjual nan berani itu, malah mengumpulkan para petani dan melakukan sosialisasi tentang produk pestisida –yang terjadi illegal– tersebut dengan iming-iming harga lebih murah. Alhasil, banyak anggota masyarakat yang tertipu, tertarik membeli karena pancingan harga miring tersebut.

Kementerian Pertanian, dan pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes melakukan langkah-langkah preventif untuk meminimalisasi peredaran pestisida terlarang tersebut. Salah satunya, melakukan monitoring rutin secara mandiri maupun bersama-sama dengan tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Brebes.

Dinas terkait juga melakukan diseminasi informasi tentang pestisida kepada para pemangku kepentingan. Di antaranya, seperti petugas atau PPL, pemilik kios atau toko saprotan, serta petani. Kepada para petani tim memberikan penyuluhan tentang pemahaman ambang batas ekonomi pengendalian penggunaan pestisida.

“Kami juga menyita produk-produk illegal, baik pestisida palsu, pestisida dilarang, dan pestisida yang melanggar izin pendaftaran,” ujarnya.

Seperti kita ketahui, Kabupaten Brebes merupakan sentra bawang terluas di Asia Tenggara. Rata-rata luas tanam bawang merah sekitar 30.000 hektare per tahun yang tersebar pada sembilan kecamatan sentra tanaman bawang merah. Jika asumsi rata-rata produktivitas bawang merah mencapai 110,92 kuintal per ha, dengan luasan lahan seperti itu, rata-rata produksinya mencapai 325.000 ton per tahun.

Dengan luas lahan pertanian seperti itu, penggunaan pestisida di Kabupaten Brebes tertinggi se-Asia Tenggara, bila dihitung secara volume. Masuk akal. Luas tanaman komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes per tahun mencapai 30.000 ha. Bandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Filipina hanya 7.000 ha dan Thailand 2.500 ha per tahun.

Meski begitu, Soehoed memperoleh data di lapangan, di Kecamatan Bulakamba, pemakaian pestisida petani bawang merah masih sesuai dosis yang direkomendasikan. Persoalannya, dalam kondisi tertentu, seperti peralihan cuaca yang tidak menentu, pemakaian pestisida kimia oleh petani lebih diintensifkan.

Untuk menghindari serangan hama tanaman bawang merah, para petani tak segan-segan menggunakan pestisida. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, terus memberikan penyuluhan tentang ambang batas ekonomi pengendalian penggunaan pestisida.

Pihak Kementerian Pertanian memahami peran pestisida dalam upaya penyelamatan produksi pertanian dari gangguan hama penyakit tanaman masih sangat besar. Untuk itu, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan kerap mengatur perizinan, peredaran, dan pemanfaatan pestisida agar dapat digunakan secara bijaksana.

Direktur Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Muhrizal Sarwani, Jumat (22/2/2019),  mengatakan setiap orang yang menggunakan pestisida terbatas wajib memiliki sertifikat penggunaan pestisida terbatas.

Pasalnya, pestisida punya risiko terhadap keselamatan manusia dan lingkungan. Karena itu, penggunaanya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang dan keamanannya harus terbukti melalui sertifikat itu. Sertifikat diberikan pada orang yang sudah lulus pelatihan.

“Pelatihan dilakukan oleh pemegang nomor pendaftaran sesuai petunjuk teknis dan berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Provinsi,” ujar Muhrizal. ***

 

Check Also

BPJS Ketenagakerjaan Bersalin Rupa dan Proklamirkan Nama Baru BP Jamsostek
Transformasi BPJS Ketenagakerjaan menjadi BP Jamsostek diharapkan bisa terus meningkatkan pelayanan cepat, akurat, dengan memanfaatkan teknologi

EmitenNews.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersalin rupa, dan memproklamirkan nama baru, BP …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: