#

Buat Lunasi Hutang, UOB Ambilalih Kapal Milik Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM)
UOB memulihkan kembali (reinstate) semua hak dan kepentingannya atas kapal "MP Veloce" yang dijaminkan Perseroan sehubungan atas perjanjian pinjaman bank

EmitenNews.com – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada 13 Oktobert 2020, telah menandatangani Akta Pasca Perjanjian Akhir Antar Kreditur dan Perjanjian Jual Beli Utang dengan United Overseas Bank Ltd (UOB) dan Marco Polo Marine Ltd yang menjadi ultimate shareholder untuk hutang BBRM dengan mengambil alih kapal MP Veloce.

Disebutkan dalam keterangan tertulis BBRM Kamis (15/10) bahwa, Pada tanggal 24 Agustus 2020, Perseroan menerima surat dari United Overseas Bank Ltd (UOB) tertanggal 18 Agustus 2020, dimana UOB memberitahukan Perseroan bahwa efektif tanggal 1 Juli 2020 atau tanggal setelahnya yang disetujui secara tertulis oleh UOB, UOB memulihkan kembali (reinstate) semua hak dan kepentingannya atas kapal “MP Veloce” yang dijaminkan Perseroan sehubungan atas perjanjian pinjaman bank. Ungkap Sufisan Corporate Secretary BBRM.

Selain itu, UOB juga memberitahukan Perseroan untuk menjual dan mengalihkan hak, kepemilikan, dan kepentingan Perseroan atas kapal lainnya yang dijaminkan ke UOB yaitu “MP Prevail” kepada Marco Polo Marine Ltd. (ultimate shareholder Perseroan, selanjutnya disebut “Marcopolo”) dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian jual beli utang antara UOB dengan Marcopolo.

Selanjutnya, pada tanggal 13 Oktober 2020, UOB dan Marcopolo telah menandatangi Perjanjian Jual Beli Utang untuk mengambil sebagian utang Perseroan sebesar USD7,4 juta dengan syarat dan ketentuan dalam perjanjian tetap sama.

Selain itu, pada tanggal yang sama, Perseroan menandatangani Akta Pasca Perjanjian Akhir dengan UOB untuk memperpanjang tanggal pengalihan kapal MP Veloce menjadi “sebelum tanggal 31 Oktober 2020 dan UOB setuju untuk memberikan pemberitahuan tertulis kepada Perseroan jika hal ini mewajibkan Perseroan untuk mengalihkan semua hak, kepemilikan, dan kepentingan terhadap MP Veloce ke Astro Offshore, sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Dubai. Pada tanggal dimana dana penjualan kapal MP Veloce diterima penuh oleh UOB, maka semua utang berdasarkan Fasilitas ini akan diakui telah lunas.

Sementara dampak yang akan di dera oleh BBRM Jika kapal “MP Veloce” ditarik atau diserahkan kepada UOB atau pembeli yang ditunjuk oleh UOB, hal ini akan mengakibatkan penurunan pendapatan sewa Perseroan. Di sisi lain, beban langsung Perseroan juga akan berkurang, terutama biaya depresiasi, dan beban bunga akibat pinjaman kepada UOB akan berkurang.Imbuh Sufisan.

Pada sisi keuangan nilai buku bersih kapal “MP Veloce” per 31 Agustus 2020 adalah sekitar USD5,9 juta. Jika kapal tersebut diserahkan kepada UOB atau pihak lain, dan utang kapal tersebut sebesar USD3,4 juta pada tanggal 31 Agustus 2020 diakui telah lunas, Perseroan akan mencatat kerugian atas pelepasan aset tersebut sebesar USD2,5 juta. Karena UOB dan Marcopolo telah menandatangani perjanjian jual beli utang, maka porsi utang UOB untuk kapal “MP Prevail” sekitar USD7,4 juta per tanggal 31 Agustus 2020, akan berubah menjadi utang Perseroan kepada Marcopolo.

Sufisan menambahkan, Saat ini tidak ada dampak pada hukum yang terjadi. Namun apabila penyerahan kapal dilakukan pada saat kapal disewa, maka akan menimbulkan potensi klaim dari penyewa.

Tidak ada dampak signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Apabila kapal “MP Veloce” diserahkan, maka aset Perseroan akan berkurang sekitar 8%. Namun di sisi lain, utang Perseroan juga akan berkurang sekitar 6% apabila utang kepada UOB atas kapal tersebut diakui telah lunas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: