#

Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Akan Merger Dengan Anak Usaha

EmitenNews.com – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengumumkan rencana penggabungan usaha (merger) dengan anak usahanya, PT Styrindo Mono Indonesia. Penggabungan usaha ini bertujuan untuk menciptakan perusahaan petrokimia yang lebih terintegrasi di Indonesia, yang kegiatan usahanya meliputi sebagian besar aspek rantai produksi petrokimia.

Berdasarkan prospektus perusahaan yang disampaikan ke di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan Chandra Asri akan menjadi perusahaan penerima alias survivol dan tetap menjadi perusahaan terbuka dengan kode saham TPIA.

SMI berkedudukan di Jakarta Barat, didirikan dengan status sebagai perusahaan penanaman modal asing berdasarkan Akta Nomor 388 tanggal 23 Juni 1990.

Berdasarkan Anggaran Dasar SMI, perseroan fokus berusaha dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan besar.

Asetnya per Juni 2020 mencapai USD 327,79 juta atau setara dengan Rp 4,82 triliun (kurs Rp 14.700/saham), sementara aset TPIA mencapai USD 3,29 miliar atau setara Rp 48,39 triliun sehingga total aset penggabungan menjadi Rp 53,21 triliun,

“Direksi dan Dewan Komisaris dari Chandra Asri Petrochecmical (CAP) dan SMI mempertimbangkan bahwa rencana penggabungan antara CAP dan SMI sejalan dengan tujuan bersama untuk menciptakan perusahaan petrokimia yang lebih terintegrasi di Indonesia,” tulis manajemen TPIA dalam prospektus, dikutip Rabu (14/10).

“Kegiatan usahanya meliputi sebagian besar aspek rantai produksi petrokimia. Kombinasi ini akan menciptakan perusahaan yang lebih kuat dan lebih mampu bersaing dengan pemain petrokimia utama regional yang sebagian besar telah terintegrasi. Hal ini diperlukan terutama dalam menghadapi siklus industri petrokimia,” tulis manajemen.

Pertimbangan merger ini dilakukan dengan beberapa alasan di mana keberadaan SMI selaku badan hukum yang terpisah menimbulkan berbagai transaksi antar perusahaan seperti penagihan biaya antar perusahaan (intercompany charges) dan penempatan karyawan.

Transaksi-transaksi tersebut menimbulkan beban administrasi tambahan

Selain itu, penggabungan CAP dengan SMI akan mengintegrasikan proses produksi secara keseluruhan, pemetaan produk yang lebih baik serta meningkatkan sinergi pengadaan dan akuntansi yang oleh karenanya akan meningkatkan kinerja operasional sehingga menciptakan perusahaan yang lebih sinergis, kuat dan lebih efisien.

Selain itu, penggabungan akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan usaha sehari-hari dari CAP dan oleh karenanya akan menguntungkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham publik dari CAP.

Pemegang saham TPIA per September yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 41,88%, SCG Chemicals Company Limited 30,57%, Prajogo Pangestu 15,07%, Marigold Resources Ltd 4,75% dan publik 7,73%.

Nantinya setelah merger, pemegang saham TPIA yakni Barito Pacific 41,88%, SCG Chemicals 30,57%, Prajogo 15,07%, Marigold Resources 4,75% dan publik 7.73%.

“Rencana Penggabungan tersebut merupakan suatu Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 dikarenakan CAP memiliki 100% saham dalam SMI.”

Rencana Penggabungan akan menjadi efektif pada tanggal yang ditetapkan dalam Akta Penggabungan, yaitu 1 Januari 2021 atau tanggal lain yang disetujui oleh CAP dan SMI.

Perseroan akan melaksanakan RUPSLB pada 7 Desember 2020 untuk minta persetujuan rencana ini.

 

Check Also

Jangan Ragukan Penunjukan Ulin Yusron Sebagai Komisaris Independen ITDC
"Ulin ini kan berpengalaman di media ya. Mungkin kamu nggak pernah tau juga kalau dia itu adalah pendiri Berita Satu. Berita Satu itu yang buat dia, sebelum dibeli oleh Lippo," ujar Arya Sinulingga

EmitenNews.com – Jangan ragukan penunjukan Ulin Ni’am Yusron sebagai Komisaris Independen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: